SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang melakukan langkah-langkah antisipatif agar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak masuk ke Kabupaten Serang
Upaya yang dilakukan ialah dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak seperti kerbau dan sapi yang dipelihara oleh para peternak di Kabupaten Serang.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suharjo, mengatakan, penyakit PMK beberapa waktu ini sedang merebak di daerah Jawa Barat dan di Jawa Tengah.
“Di Kabupaten Serang belum ada laporan, mudah-mudahan tidak ada. Tim kami dari Puskeswan selalu berkeliling melakukan pemantauan,” katanya, Selasa, 28 Januari 2024.
Ia mengatakan, penyakit PMK pernah wasuk pada tahun lalu di wilayah Kecamata Binuang, Kabupaten Serang.
Penyakit tersebut berhasil ditangani dan saat ini kerbau di Binuang sudah bebas dari PMK.
“Waktu itu ada yang beli kerbau dari luar daerah, namun ternyata terkena PMK dan menular ke kerbau lainnya hampir 100 ekor. Ini sudah kita tangani,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit PMK, kata Suharjo, DKPP Kabupaten Serang melakukan upaya vaksinasi terhadap hewan ternak di Kabupaten Serang, terutama pada peternak-peternak kecil.
“Ini gratis, tanpa dipunggut biaya, ini sebagai pelayanan,” imbuhnya.
Ia mengaku, meskipun digratiskan, para peternak di Kabupaten Serang masih banyak yang belum sadar mengenai pentingnya vaksinasi untuk pencegahan penyakit.
“Paradigma masyarakatnya karena masih sehat kerbaunya, mereka berpikir untuk apa divaksin. Padahal vaksin bisa membuat sapi mereka kebal dan tidak tertular PMK,” ujarnya.
DKPP Kabupaten Serang juga melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengawasan terhadap lalu lintas ternak. Bahkan, juga membatasi hewan ternak yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kita sementara stop dulu untuk dua wilayah tersebut, baik untuk dipotong ataupun dipelihara peternak. Kalau ada hewan yang masuk, kita lihat dokumennya, minimal sudah divaksin dan dalam keadaan sehat,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono

