LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dari 340 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Lebak, semuanya sudah memiliki Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, satu desa yang belum memiliki Kampung KB adalah Desa Kanekes, yang merupakan tempat tinggal masyarakat Adat Baduy.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) di DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menyatakan bahwa, “Alhamdulillah, Kampung KB sudah ada di hampir seluruh desa, kecuali di Baduy. Hanya Desa Kanekes yang belum memiliki Kampung KB,” kata Tuti kepada Radarbanten.co.id, Senin 3 Februari 2025.
Tuti menjelaskan, meskipun Kampung KB di Desa Kanekes belum terwujud, Surat Keputusan (SK) untuk penetapan Kampung KB di desa tersebut sudah ada dan hanya tinggal menunggu pembentukan tim dari pihak desa.
“Sebenarnya, SK untuk penetapan Kampung KB sudah ada. Kami tinggal koordinasi dengan tim di desa tersebut karena sebelumnya sempat ada rencana koordinasi dengan Provinsi. Insya Allah, Kampung KB di Kanekes akan segera dibentuk,” ujarnya.
Menurut Tuti, keterlambatan penetapan Kampung KB di Desa Kanekes disebabkan oleh kuatnya pengaruh adat budaya masyarakat Baduy yang masih sangat dijaga.
“Kampung KB merupakan wadah integrasi berbagai program multi-sektor yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaannya bisa disesuaikan dengan adat istiadat setempat, asalkan tidak bertentangan dengan prinsip dan tetap mendukung manfaat dari program tersebut,” terang Tuti.
Meskipun demikian, masyarakat Baduy akhirnya mulai menerima pembentukan Kampung KB di desa mereka. “Meskipun Kampung KB di Baduy akan menjadi yang terakhir, kami berharap semangat untuk meningkatkan kualitas hidup tetap menjadi prioritas,” tegas Tuti.
Setiap Kampung KB di Lebak memiliki tim Dahsat yang mengelola program tersebut. Namun, jumlah tim yang ada saat ini belum mencakup seluruh desa, sehingga tim-tim yang tersedia saling mengisi kekosongan wilayah.
“Saat ini, kami sudah memiliki 104 tim Dahsat di seluruh kecamatan di Lebak. Setiap tim terdiri dari tujuh orang. Namun, kekurangan anggaran masih menjadi kendala untuk melakukan pelatihan terhadap seluruh tim,” tambahnya.
Editor: Abdul Rozak











