LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Kasus pelecehan anak di Kabupaten Lebak, mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.
Dalam beberapa bulan terakhir, laporan mengenai tindak kejahatan ini meningkat, memicu keresahan di kalangan masyarakat dan mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas.
Nurlela Hasani Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKBB) Kabupaten Lebak, menyampaikan kebanyakan pelaku pelecehan anak merupakan orang terdekat.
“Ya memang, kekerasan anak sekarang dari tempat-tempat yang kita anggap aman. Mulai keluarga itu dan orang-orang terdekat malah yang jadi pelakunya,” kata Lela kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 22 Februari 2015.
Lela menyebutkan, dalam pencegahan pelecehan anak perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Jadi itu perlunya kedekatan, edukasi, keterbukaan anak di rumah. Kami juga terus melakukan upaya penanganan di Lebak salah satunya membentuk Forum Anak tingkat kecamatan,” terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Karena beberapa kasus yang ramai di Lebak karena korban baru terbuka.
“Biar mereka bisa, kalau ada kayak kasus-kasus kemarin, kan, karena mereka tidak speak up, gitu. Sudah lama, baru mereka mau. Nah, kita motivasi mereka, agar apapun yang terjadi di sekolah, bisa cerita,” pungkasnya.
Pemkab Lebak bersama sejumlah lembaga terkait kini tengah memperkuat upaya untuk menanggulangi kasus pelecehan anak, termasuk dengan melakukan pendampingan psikologis bagi korban dan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan anak.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi

