• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Pengembangan Geopark Ujung Kulon Pandeglang Terhambat Masalah Infrastruktur

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Minggu, 11 Mei 2025 16:24
in Berita Utama, Pandeglang
0
Pengembangan Geopark Ujung Kulon Pandeglang Terhambat Masalah Infrastruktur

Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zulfikar. Foto Moch Madani Prasetia/Radar Banten

0
SHARES
115
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Geopark Ujung Kulon di Pandeglang, Banten, ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 10 November 2023. Kawasan itu digadang-gadang mampu mendorong sektor pariwisata, konservasi, dan ekonomi kreatif.

Namun, hingga pertengahan 2025 ini, dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah nyatanya belum nampak terlihat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zulfikar mengatakan, manfaat ekonomi dari penetapan Geopark Nasional Ujung Kulon belum terasa optimal.

Menurut Rahmat, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat, di antaranya keterbatasan infrastruktur pendukung, minimnya promosi wisata yang efektif, serta kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan geopark.

“Tetap daerahnya dulu yang perlu dibangun. Pertama, kapan kita bisa bangun akses? Kan ada yang namanya 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Geopark itu terkait dengan pendidikan, edukasi, kelestarian, dan ekonomi,” ungkapnya, Minggu 11 Mei 2025.

Rahmat menegaskan, aksesibilitas menjadi kunci agar Geopark Ujung Kulon bisa lebih mudah dijangkau wisatawan. Ia berharap, kehadiran akses tol dapat meningkatkan kunjungan ke kawasan tersebut. “Ya, mudah-mudahan dengan adanya akses tol ini bisa lebih baik,” tegasnya.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang saat ini memfokuskan anggaran pada pembangunan infrastruktur jalan dan yang lainnya. Untuk itu, pengembangan Geopark membutuhkan kolaborasi lintas sektor atau konsep pentahelix, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah.

“Pentahelix itu melibatkan semua entitas, bukan cuma Pemda. Ada masyarakat, dunia usaha, peran media untuk promosi, dan dunia pendidikan yang memberikan pemahaman,” jelasnya.

Rahmat menambahkan, selain infrastruktur jalan, fasilitas pendukung (amenitas) juga perlu dibenahi, mulai dari fasilitas umum seperti toilet hingga akses yang memadai. “Ya, kalau bangun itu semua tanpa dukungan anggaran, rasanya sulit,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Geopark Ujung Kulon resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional melalui Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM RI Nomor 393.K/GL.01/MEM.G/2023 pada 10 November 2023. Penetapan ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan konservasi di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten.

Geopark Ujung Kulon mencakup 14 titik situs warisan geologi (geosite), di antaranya Tanjung Layar, Karang Copong, dan Tanjung Alang-alang yang berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Selain itu, ada juga Curug Dengdeng dan Curug Bedog di Cimanggu, serta Goa Lalai di Cigeulis.

Tak hanya geosite, Geopark Ujung Kulon juga memiliki enam situs keanekaragaman hayati (biosites) dan dua situs keragaman budaya (cultural sites) yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Secara keseluruhan, Geopark Ujung Kulon mencakup area seluas 1.245,66 km persegi, meliputi delapan kecamatan diantaranya Carita, Labuan, Pagelaran, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis, Cimanggu, dan Sumur. Termasuk pula kepulauan kecil di sekitar TNUK, seperti Pulau Liwungan, Pulau Oar, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, dan Pulau Panaitan.

Editor: Mastur Huda

Tags: akses tolekonomi kreatifgeopark nasionalgeopark ujung kulonGeosite Ujung KulonKonservasi GeoparkPandeglangpariwisata Bantenpembangunan infrastrukturUjung Kulon Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

5 Rekomendasi Penginapan di Banten untuk Staycation Seru

Next Post

Belajar Praktik CSR, Mahasiswa Magister Komunikasi FISIP Untirta Outing Class ke PT Lamipak Indonesia

Next Post
Belajar Praktik CSR, Mahasiswa Magister Komunikasi FISIP Untirta Outing Class ke PT Lamipak Indonesia

Belajar Praktik CSR, Mahasiswa Magister Komunikasi FISIP Untirta Outing Class ke PT Lamipak Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

BREAKING NEWS: Bom Ikan Meledak, Nelayan Pandeglang Tewas

BREAKING NEWS: Bom Ikan Meledak, Nelayan Pandeglang Tewas

by Purnama Irawan
Rabu, 26 Agustus 2026 22:34
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID — Ledakan yang diduga berasal dari bom ikan terjadi di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang,...

Program sehati

Kepala Desa Kadugenep Sambut Baik Program Sehati, Bisa Kembangkan Potensi Lokal Desa

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 26 Agustus 2026 19:39
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, menyambut baik rencana pelaksanaan program sehati yang akan digulirkan oleh pemerintah pusat...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.