SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Hasil uji terhadap 17 ekor sapi milik peternak asal Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang sempat terindikasi terjangkit penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akhirnya keluar. Hasilnya, 17 ekor sapi tersebut dinyatakan negatif dan tidak terkena penyakit PMK.
Kabid Peternakan pada DKPP Kabupaten Serang, Tutur Kristanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa kecamatan dan menemukan 37 hewan ternak yang suspek PMK.
“17 ekor sampi di Kecamatan Kramatwatu lalu ada 10 ekor sapi di Kecamatan Ciruas serta 10 ekor kambing di Kecamatan Ciruas,” katanya, Jumat 30 Mei 2025.
Ia mengatakan, 17 sapi dari Kramatwatu, Kabupaten Serang yang suspek PMK sudah dilakukan pengecekan dengan menggunakan PCR test. Hasilnya menunjukan jika hewan tersebut negatif PMK.
“Hasilnya mengarah negatif dan mengarah sembuh. Jadi hasilnya samar, kemungkinannya karena efek stres perjalanan, kondisi badannya menurun terus masuk PMK dari hewan lokal Kabupaten Serang kemungkinan seperti itu,” ujarnya.
Sementara untuk 10 ekor kambing dan 10 ekor sapi yang suspek PMK di Kecamatan Ciruas baru akan dilakukan pengecekan apakan positif atau negatif.
“Yang di Ciruas baru kita ambil, kita kerjasama dengan balai PPV Provinsi Banten. Harapan kita hasilnya juga negative sepeti halnya di Kecamatan Kramatwatu,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi penularan meluas, pihaknya sudah meminta kepada pemilik untuk mengisolasi hewan tersebut untuk mengantisipasi penularan meluas. “Untuk hewan yang suspek PMK kita minta pada peternak untuk dipisahkan dari hewan lainnya untuk mengantisipasi penularan,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi

