• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Tangerang

Idul Adha di Tangsel, Guru Besar UIN Jakarta Ajak Bangun Tangsel dengan Semangat Kurban

Aas Arbi by Aas Arbi
Jumat, 6 Juni 2025 14:41
in Tangerang
0
Idul Adha di Tangsel, Guru Besar UIN Jakarta Ajak Bangun Tangsel dengan Semangat Kurban
0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TANGESEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pagi itu, Jumat (6/6/2025), langit Serpong seolah membuka dirinya lebih luas dari biasanya. Gema takbir menggema dari setiap sudut kota, mengalun merdu dari pelataran Islamic Center Baiturrahmi, tempat pelaksanaan Sholat Idul Adha tingkat Kota Tangerang Selatan 1446 H.

Sejak pukul lima pagi, jemaah mulai berdatangan, memadati halaman dan ruas jalan sekitar masjid. Mereka datang membawa sajadah, keluarga, dan tentu saja harapan. Dalam barisan terdepan, hadir Wali Kota Tangerang Selatan Drs. Benyamin Davnie, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, pimpinan OPD, serta para ulama, dan tokoh masyarakat.

Tidak sekadar perayaan, Idul Adha di Tangsel kali ini terasa sebagai momen perenungan kolektif, dan itu semakin terasa saat KH Imam Abda Hayat SQ MA memimpin salat dan dilanjutkan oleh khutbah yang menggugah jiwa dari Prof Dr H Ahmad Tholabi Kharlie, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Prof Tholabi membuka khutbah dengan kisah klasik namun tak pernah basi, tentang seorang ayah yang rela mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Tuhan. Tentang Nabi Ibrahim dan Ismail, dua jiwa yang diikat bukan oleh darah semata, tapi oleh cinta yang total kepada Ilahi.

“Bayangkan, seorang ayah di usia senja, baru dikaruniai anak, tiba-tiba diminta menyembelihnya. Dan sang anak justru berkata, ‘Wahai ayahku, laksanakan apa yang diperintahkan padamu. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar’,” ucap Tholabi dengan suara bergetar.

Ia menekankan bahwa peristiwa itu bukan sekadar sejarah, tetapi pelajaran hidup bahwa iman sejati tidak diukur dari retorika, tetapi dari pengorbanan nyata.

Khotib kemudian menyelam ke makna terdalam kurban. Ia mengutip Hadis dari Ahmad dan Ibnu Majah bahwa setiap helai bulu hewan kurban bernilai pahala.

Namun, ia segera mengingatkan, “Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tapi yang sampai adalah ketakwaan kalian.” (Al-Hajj: 37). Maka, kurban bukan tentang ritual fisik semata, melainkan latihan spiritual untuk mengikis ego, membunuh kerakusan, dan menumbuhkan keikhlasan.

Dalam struktur yang rapi, Tholabi yang juga Wakil Rektor UIN Jakarta, menguraikan empat pilar spiritual kurban, yakni: pertama, ikhlas, sebagai dasar segala amal. Memberi tanpa pamrih, bukan untuk pujian, tetapi karena Allah. Kedua, taat, sebagaimana Ibrahim dan Ismail tunduk mutlak pada perintah Tuhan.

Ketiga, peduli, karena kurban sejatinya adalah mekanisme sosial untuk mendekatkan yang berpunya kepada yang papa. Dan keempat, rela berkorban, sebab tak ada kebaikan tanpa pengorbanan. “Tanpa keikhlasan, amal menjadi kering. Tanpa ketaatan, cinta menjadi semu. Dan tanpa kepedulian, masyarakat menjadi sunyi,” ujarnya tegas.

Membangun Tangsel dengan Semangat Kurban

Bagian paling reflektif dari khotbah itu hadir saat Prof. Tholabi menyandingkan semangat kurban dengan moto daerah Kota Tangerang Selatan, yakni: cerdas, modern, dan religius. “Cerdas bukan sekadar gelar atau IPK. Modern bukan hanya soal teknologi. Dan religius bukan tampilan luar,” katanya. 

Ia menekankan bahwa warga yang ikhlas dalam belajar, guru yang mengajar dengan niat ibadah, ASN yang melayani tanpa pamrih, dan pengusaha yang berbagi, semuanya bagian dari proyek besar menciptakan Tangsel sebagai kota bernurani.

Prof. Tholabi bahkan menyentuh isu kekinian, yakni kecerdasan buatan (AI). Ia mengakui manfaat teknologi, tetapi juga memperingatkan bahayanya jika tidak dibimbing nilai.

“Teknologi tanpa nilai hanya akan mempercepat kerusakan. AI bukan ancaman jika dipandu oleh keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian,” katanya sambil menekankan perlunya kecerdasan spiritual dan sosial sebagai pelengkap kecanggihan digital.

Di penutup khotbah, Prof. Tholabi mengajak semua lapisan, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan, untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kurban di rumah, orang tua mendidik dengan ikhlas; di kantor, pejabat bekerja dengan taat dan peduli; di masyarakat, warga berbagi dan membantu; dan di pemerintahan, pemimpin rela mengorbankan kepentingan pribadi demi rakyat.

“Jika semua warga Tangsel menanamkan nilai kurban, maka kita tidak hanya akan memiliki kota yang cerdas secara teknologi, tetapi juga luhur secara akhlak,” ucapnya di penghujung khotbah.

Usai salat dan khotbah, panitia mulai menyembelih hewan kurban. Warga tak segera pulang. Sebagian menetap, bersalaman, atau sekadar menyerap makna. Di tengah geliat modernisasi, pagi itu menjadi momen hening: saat teknologi ditundukkan oleh takbir, saat kesibukan kota dilampaui oleh kesadaran ruhani.

Reporter: Aas Arbi

Tags: Ahmad Tholabi Kharlieidul adhakurban
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Lebak Bersama Ribuan Warga Salat Idul Adha di Alun-alun Rangkasbitung, Ini Pesannya

Next Post

KNPI Pandeglang Tancap Gas Siap Gelar Musda XII, Jadi Ajang Konsolidasi Pemuda

Next Post
KNPI Pandeglang Tancap Gas Siap Gelar Musda XII, Jadi Ajang Konsolidasi Pemuda

KNPI Pandeglang Tancap Gas Siap Gelar Musda XII, Jadi Ajang Konsolidasi Pemuda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

10 Tahun Berdiri, Sanggar Senam U & Me Gelar Perayaan HUT ke-81 RI

by Eko Fajar
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:54
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sanggar Senam U & Me menggelar kegiatan senam bersama dan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang...

Raih Penghargaan Pemda Berprestasi, Pemkot Cilegon Dapat Bantuan Pembangunan 200 Rutilahu

by Adam Fadillah
Sabtu, 29 Agustus 2026 18:53
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Wali Kota Cilegon Robinsar diganjar bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) setelah berhasil meraih...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.