CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Safrizal terbaring lemas di ranjang ruang perawatan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon.
Di tangan kanannya tertusuk jarum yang menghubungkan dengan selang inpus.
Sementara di kaki bagian kanan terdapat perban, bekas operasi.
Pria kelahiran tahun 1971 ini usai menjelanai operasi di bagian kaki akibat penyakit diabetes yang dideritanya.
Dengan nada suara cukup rendah, ayah empat anak ini bercerita sudah menderita diabetes sejak tahun 2013 lalu.
Sampai tahun ini, Ia pun harus empat kali menjalani operasi akibat penyakit tersebut.
Beruntung karyawan perusahaan swasta di Kota Cilegon tersebut terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) BPJS Kesehatan.
Berkat kepesertaan JKN, Safrizal mengaku tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun selama mendapatkan penangan medis secara serius maupun untu keperluan rawat jalan.
“Semuanya ditanggung BPJS Kesehatan, gak ada biaya apapun lagi,” tutur Safrizal didampingi istrinya.
Kata Safrizal, Ia menderita diabetes basah, Ia lupa kapan pertama kali harus menjalani operasi akibat penyakit itu, yang Ia ingat, saat itu ia mempunyai luka di kaki kirinya yang tak kunjung mengering.
Setelah kondisi itu semkin memburuk, Safrizal pun terpaksa harus menjalani operasi di RSKM.
“Semua, empat kali operasi itu di sini (RSKM),” tutur Safrizal.
Selain gratis biaya, Safrizal mengaku merasa beruntung karena mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari pihak rumah sakit.
Ia mengaku tidak pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari staf rumah sakit yang terletak di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon tersebut.
Ruang tempatnya menjalani rawat inap pun cukup nyaman dan bersih.
Menurutnya, program JKN KIS menjadi solusi penyalamat bagi masyarakat yang menderita penyakit berat seperti dirinya.
“Saya sudah membuktikan itu selama bertahun-tahun,” tuturnya.
Ia bercerita, manfaat BPJS Kesehatan tidak hanya dirasakannya sendiri, anak bungsunya, yang masih berusia 11 bulan harus menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Harapan Kita karena penyakit jantung bawaan.
Prosedur kesehatan itu pun dikatakan Safrizal ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Untuk itu, Ia berharap program JKN KIS tetap dipertahankan pemerintah agar orang-orang sepertinya tak perlu lagi hawatir persoalan uang saat mengalami sakit dan harus mendapatkan penanganan medis yang serius.
Ia juga mengajak semua peserta JKN KIS untuk rutin membayar iuran, terutama peserta mandiri, karena sangat banyak orang yang sepertinya tertolong program tersebut.
“Gak tahunya kalau harus bayar habis berapa banyak, kami merasa tertolong,” tuturnya.
Agar tidak mengalami kondisi seperti Safrizal, baiknya melakukan upaya-upaya pencegahan.
Upaya agar tubuh bisa terhindar dari diabetes bisa dengan cara memperhatikan pola makan, dengan memilih makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta biji bijian utuh.
Kemudian, batasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta perhatikan porsi makan.
Cara lainnya yaitu dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara teratur.
Gaya hidup pun menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar bisa terhindar dari diabetes.
Menjaga berat badan ideal, menghindari alkohol dan rokok, serta kelola stres dan tidur yang cukup menjadi syarat penting yang perlu menjadi perhatian.
(*)
Tujuh Tahun Ai Cuci Darah Ditanggung BPJS Kesehatan Tanpa Kendala, Berharap Program Tetap Ada
CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID - Ruang hemodialisis Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon ramai oleh pasien cuci darah. Tak sedikit diantaranya adalah peserta...
Read moreDetails











