CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Psycholog Consultant PT Krakatau Global Trading, Sellvy Annekinda, mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Cilegon agar tidak sekadar berjualan, tetapi juga mampu membangun branding dan melek terhadap perkembangan dunia digital.
Hal itu disampaikan Sellvy saat diwawancarai usai mengisi pelatihan manajemen usaha dan bazar UMKM yang digelar di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu 26 Juli 2025.
Menurutnya, jika UMKM ingin naik kelas, maka mereka harus mengubah pola pikir dari hanya jualan offline menjadi adaptif terhadap platform digital.
“Mereka tidak cukup hanya tahu cara jualan, tapi harus tahu bagaimana membangun merek usaha dan menjual lewat platform digital yang sekarang makin banyak,” ujar Sellvy kepada Radar Banten.
Ia menilai, tantangan utama yang dihadapi UMKM masih seputar keterbatasan modal dan rendahnya pemahaman terhadap sistem digitalisasi. Namun, keduanya dapat diatasi dengan edukasi berkelanjutan dan semangat untuk terus mencoba.
“Sekarang sudah banyak cara untuk mendapatkan modal. Tinggal bagaimana mereka konsisten dan mau belajar. Jangan takut gagal. Kalau gagal, coba lagi, karena dari kegagalan kita bisa evaluasi kekurangan dan kelebihan usaha kita,” tegasnya.
Menurut Sellvy, branding yang kuat adalah kunci agar UMKM bisa berkembang dan bersaing. Ia menyayangkan masih banyak pelaku usaha yang belum menyadari pentingnya identitas merek dan keterlibatan aktif di media sosial.
“Kalau mindset-nya masih produksi untuk dijual offline saja, itu berat. Mindset sekarang harus berubah, karena dunia bisnis sudah masuk ke ranah digital. Branding yang kuat itu fondasi kalau mau naik kelas,” terangnya.
Ia menutup dengan pesan bahwa UMKM harus konsisten, berani mencoba, dan mau berkolaborasi. “Kalau hanya diam di tempat, ya susah berkembang. Makanya harus terus belajar dan adaptif. Jangan tunggu sempurna, mulai saja dulu,” pungkas Sellvy.
Editor: Bayu Mulyana

