SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang mulai mempersiapkan penataan ulang kawasan strategis Jalan Sultan Agung Tirtayasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Royal. Proyek ini digarap untuk mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD 2025, kawasan Royal akan ditata menjadi pedestrian modern yang nyaman dan ramah bagi pejalan kaki. Konsep penataan akan memadukan nuansa kekinian dengan sentuhan budaya lokal yang menjadi identitas Kota Serang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan desain kawasan Royal akan mengadopsi tren pedestrian modern di kota besar, namun tetap menonjolkan ciri khas lokal.
“Desainnya mengikuti tren kota modern, tetapi akan diberi muatan budaya Banten yang menjadi identitas Kota Serang,” ujar Iwan, Minggu, 17 Agustus 2025.
Sentuhan khas itu diwujudkan melalui ornamen bernilai sejarah, termasuk logo Kaibon dan lambang resmi Pemkot Serang. Keberadaan ornamen ini diharapkan memberi karakter kuat sekaligus menjadikan pedestrian Royal sebagai ikon budaya dan ruang publik representatif.
Pekerjaan fisik meliputi pembangunan drainase tertata, pelebaran trotoar, penambahan penerangan, hingga ornamen pemanis kawasan.
“Semua elemen ini dirancang agar area Royal lebih indah dan nyaman,” tambahnya.
Tahap tender proyek ditargetkan selesai pada September 2025. Pembangunan fisik akan dimulai segera setelahnya dan rampung pada akhir Desember 2025.
Selain mempercantik kota, revitalisasi Royal diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi lokal. Kehadiran pedestrian representatif dinilai bisa menarik lebih banyak aktivitas warga dan pengunjung.
“Dengan konsep yang menggabungkan kenyamanan, estetika, dan budaya, kami berharap kawasan Royal menjadi simbol kota modern yang tetap menghargai warisan lokal,” tutup Iwan.
Editor: Aas Arbi











