PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Taman pembatas jalan protokol yang berada di pusat kota Pandeglang rusak dan tak terawat. Kondisi tersebut dibiarkan bertahun-tahun, sehingga merusak pemandangan di wilayah perkotaan.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan. Beberapa kerusakan terlihat akibat pembatas yang terlalu dekat dengan badan jalan, sehingga rawan tertabrak kendaraan.
Salah seorang warga Pandeglang, Saefudin mengatakan, kerusakan ini bukan sekadar soal estetika. Posisi taman pembatas yang dekat badan jalan rawan tertabrak kendaraan dan bisa menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan jalur tersebut.
“Ya, inginnya jalan ini nyaman dilalui, aman bagi pengguna kendaraan, dan tampil sebagai wajah kota yang rapi. Tapi kerusakan bertahun-tahun menunjukkan kurangnya perhatian dari pemerintah,” ucapnya, Jumat 12 September 2025.
Lanjut Saefudin, taman pembatas jalan perlu segera ditangani karena berkaitan dengan wajah kota. “Kurang enak dilihat aja, ini kan udah lama dibiarin. Mudah-mudahan ada perbaikan pembatas jalannya,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan mengakui kompleksitas tanggung jawab terkait fasilitas jalan. Menurutnya, status jalan berbeda-beda sebagian merupakan jalan provinsi, sebagian lainnya jalan kabupaten, yang berdampak pada siapa yang berwenang melakukan perawatan dan perbaikan.
“Kami siap melakukan perbaikan jika memang ditugaskan, tapi perlu koordinasi karena penanganan biasanya dilakukan secara merata dari minggu ke minggu, termasuk pertamanan,” kata Andrian.
Ia menjelaskan, kerusakan ini juga terkait dokumen perencanaan awal yang menempatkan taman pembatas di posisi agak rawan, sehingga berpotensi menjadi penyebab kecelakaan ringan.
Andrian menyebutkan koordinasi lintas dinas, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang menjadi langkah penting agar perbaikan bisa berjalan rapi dan estetis.
“Keinginan kami juga, pembatas jalan bisa kembali rapi dan indah, tidak lagi terlihat seperti area yang terabaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen tidak akan lempar tanggungjawab terkait penanganan rusaknya taman pembatas jalan tersebut yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Iya pasti kita tidak akan lempar tanggung jawab, kalau memang ini sudah bagian dari tugas kita,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda












