SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Penataan kawasan Pasar Royal, terutama drainase buruk di Jalan Sultan Agung Tirtayasa menuai kritik dari para pemilik toko.
Mereka menilai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hanya fokus pada pelebaran jalan, sementara persoalan drainase dibiarkan terbengkalai.
Pantauan di lapangan, meski kawasan yang sebelumnya dipenuhi pedagang kaki lima kini terlihat lebih tertata, namun pekerjaan pelebaran jalan baru dilakukan di satu sisi.
Kondisi ini dianggap belum menjawab masalah utama di sekitar Pasar Royal, yakni buruknya saluran drainase yang sering menjadi biang banjir.
Para pemilik toko mengatakan, penataan tanpa memperhatikan sistem drainase sama saja mengulangi kesalahan lama.
Jika hujan deras turun, genangan air berpotensi menutup akses jalan dan merugikan pedagang maupun pengunjung.
“Trotoar bagus itu penting, tapi jangan sampai banjir di depan toko kami,” ucap seorang pemilik toko, dikutip dari Instagram Radar Banten, Rabu 24 September 2025.
Diketahui, penataan kawasan Pasar Royal ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp10 miliar dari APBD 2025.
Rencananya, Pasar Royal akan dijadikan menjadi pedestrian modern dengan menonjolkan identitas lokal.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: AGung S Pambudi











