SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Institut Pertanian Bogor (IPB University) melalui program Dosen Pulang Kampung melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Banjarsari 5, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Kegiatan yang diberi tajuk “GIZI FOOD: Gerakan Inovatif Zero Food Waste dan Optimalisasi Konsumsi Sayur & Buah di Sekolah” ini ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya mencegah food waste serta membiasakan konsumsi sayur dan buah sejak dini.
Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dasar. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah tingginya potensi food waste (makanan terbuang), khususnya dari kelompok sayur dan buah.
Melalui kegiatan ini, tim dosen IPB University menghadirkan serangkaian inovasi edukasi yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan orang tua terhadap pentingnya mengurangi food waste sekaligus mendorong kebiasaan makan sehat.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi program kepada pihak sekolah. Selanjutnya, tim melaksanakan survei lapangan melalui inovasi FORES (Food Waste Research and Evaluation in School). Survei ini dilakukan dengan observasi langsung porsi makanan yang terbuang serta wawancara dengan siswa, guru, dan orang tua pada sekolah pilot project.
Berdasarkan hasil survei, tim kemudian menyusun berbagai strategi edukatif. Inovasi yang dihadirkan antara lain: PEDULI FOOD WASTE (buku panduan pencegahan food waste), FEED CLASS (tayangan edukasi interaktif berupa video animasi dan infografis), FUNTASTE (permainan edukatif yang mengajarkan siswa cara memilih porsi, menyimpan, dan mengonsumsi makanan tanpa sisa), SAVE (poster interaktif di lingkungan sekolah), WISE (video edukatif singkat tentang dampak food waste dan cara pencegahannya).
Selain menyasar siswa, kegiatan ini juga melibatkan guru dan orang tua melalui Training of Trainers (ToT). Pelatihan diberikan agar tenaga pendidik mampu mengintegrasikan edukasi pencegahan food waste ke dalam pembelajaran sehari-hari.
Kolaborasi dengan Sekolah Mitra
SDN Banjarsari 5 dipilih menjadi lokasi kegiatan karena sejak Februari 2025 telah menjadi sekolah uji coba Program MBG. Dengan jumlah siswa 737 orang, sekolah ini memiliki tantangan nyata dalam pengelolaan sisa makanan, terutama sayur dan buah. Kepala SDN Banjarsari 5 menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan komitmen sekolah yang telah meraih akreditasi A, nominasi Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Banten, serta predikat Adiwiyata Provinsi.
Dampak dan Harapan
Ketua pelaksana kegiatan, Resa Ana Dina, S.K.M., M.Epid, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah makanan, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
“Kami berharap edukasi yang diberikan dapat mengubah perilaku anak-anak agar lebih mencintai sayur dan buah, serta menjadikan sekolah sebagai contoh nyata praktik konsumsi pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 70 peserta yang terdiri dari siswa, orang tua, dan guru, serta didukung mahasiswa Prodi Ilmu Gizi IPB University. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta model pengelolaan food waste yang dapat direplikasi di sekolah lain di Kota Serang bahkan di wilayah Indonesia yang lebih luas.
Program “GIZI FOOD” sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land).
Editor: AGung S Pambudi










