SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan memperjuangkan pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bisa dibangun di Kabupaten Serang.
Pasalnya, Pemkab Serang saat ini memiliki persoalan yaang serius mengenai pengelolaan sampah, karena belum memiliki Tempat Pembuang Sampah Akhir (TPSA), sehingga tidak dapat membuang sampah yang diproduksi.
PSEL pun sangat diharapkan bisa dibangun di Kabupaten Serang karena produksi sampah hariannya yang besar, mencapai 1.000 sampai 1.200 ton per hari.
Sebelumnya ada dua daerah yang berpotensi jadi lokasi PSEL, yakni Kota Serang dan Kabupaten Serang, untuk penanganan sampah di Serang dan Cilegon. Pasalnya, dua daerah tersebut yang sudah menyatakan kesiapan untuk menerima program PSEL.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas mengatakan, tim dari lintas kementerian telah melakukan survei terhadap tiga lokasi yang diusulkan oleh Pemkab Serang untuk program PSEL.
Nantinya, PSEL akan menjadi TPS regional yang akan menampung sampah-sampah dari tiga wilayah, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
“Menjadi TPS regional untuk Seragon (Serang dan Cilegon-red), maka dalam waktu dekat seluruh pihak, yakni OPD terkait dan kepala daerah termasuk gubernur akan diskusi untuk membahas PSEL,” katanya, Kamis, 30 Oktober 2025.
Ia mengatakan, dalam rapat tersebut, akan ditentukan satu lokasi yang akan dijadikan lokasi PSEL, sehingga lokasi yang dituju nantinya sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Pemkab Serang.
“Nah, nanti disepakati titik mana yang sesuai dengan spesifikasi dan kesiapan masing-masig,” ujarnya.
Ia mengaku, tiga lokasi yang sudah diusulkan dan telah ditinjau. Yakni, Desa Kosambi Ronyok, Desa Grogol di Kecamatan Anyar, dan Desa Luwuk di Kecamatan Gunungsari.
“Jadi tinggal nanti sesuai kesiapan. Jadi kesiapannya bukan hanya lahan, kesiapannya adalah terkait dengan kesiapan operasional yang dibuktikan dengan perencanaan anggaran dan jarak tempuh,” ujarnya.
Ia mengatakan, secara penganggaran Pemkab Serang sudah siap apabila nantinya ditunjuk jadi lokasi PSEL. Bahkan, sudah ada skema penganggaran tahun 2026 untuk penanganan sampah.
“Kita sudah mengantisipasi untuk pengadaan sarana pendukung untuk PSEL. Terkait dengan pengadaan truk, amrol, kemudian peningkatan SDM untuk operasional,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkab Serang memiliki daya tawar yang sangat tinggi, yakni memiliki produksi yang paling besar di antara daerah lain.
“Karena bukan hanya membangun saja, tetapi kesiapan memenuhi sampahnya. Kota Cilegon produksi smampahnya 200-250 ton, Kota Serang 300 ton, sementara Kabupaten Serang sampai 1.000 ton,” ujarnya.
Najib mengatakan, untuk penanganan sampah jangka pendek, Pemkab Serang berencana menjalin kerja sama lagi dengan Pemkot Serang sehingga persoalan sampah bisa tertangani.
“Kemarin sudah komunikasi dengan Kadis LH-nya. Nanti kita tunggu,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono

