• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Gunakan Sistem Hidroponik, Petani Melon di Waringinkurung Raup Keuntungan 100 Juta Per Tahun

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 15 November 2025 06:20
in Berita Utama, Kabupaten Serang
0
Gunakan Sitem Hidroponik, Petani Melon di Watinginkurung Raup Keuntungan 100 Juta Per Tahun

Petani Melon Hidroponik Dede Tarmidzi berasal dari Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang

0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Seorang petani melon bernama Dede Tarmidzi yang berasal dari Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang mengembangkan sistem hidroponik.

Hal itu membuatnya mengantongi keuntungan bersih hingga 100 juta rupiah dalam satu tahun dengan menanam 1.100 melon di green hous seluas 410 meter miliknya.

Pasalnya, dengan menggunakan sistem hidroponik, dirinya bisa memanen sebanyak 5 kali dalam satu tahun dan hasil panennya pun maksimal karena minim dari serangan hama.

Dede mengatakan, mulanya dirinya menana melon di lahan terbuka. Namun karena banyak resiko dan proses pengolahan lahannya yang cukup panjang, dirinya akhirnya memutuskan untuk mulai mengembangkan budidaya melon dengan sistem hidophonik.

Dede mengaku, sudah menggeluti budidaya melon sejak tahun 2021 tanpa menggunakan sistem hidroponik, sehingga sempat diserang hama hingga pohon-pohon melonnya menguning.

“Makanya saya coba berfikir, bagaimana caranya agar tanaman ini tetap tumbuh sehat, sehingga pada tahun 2023 saya membuat green house supaya tanaman bisa steril,” ujarnya, Jumat 14 November 2025.

Ia menjelakan, dengan menggunakan sistem hidroponik, penanaman melon tidak lagi mengenal musim karena baik pada musim hujan maupun musim panas bisa terus produksi.

“Kalau open file itu kendalanya saat hujan sering terkena busuk batang dan daunnya kena bercak sehingga susah untuk di sembuhkannya. Kalau sudah kena bercak itu otomatis melon tidak ada rasanya atau istilahnya gagal panen,” katanya.

Dede menuturkan, budidaya melon dengan sistem hidroponik dinilai lebih efektif dan efisien. Pasalnya dari segi perawatan cukup mudah, ringan dan biaya produksi tidak terlalu besar.

“Budidaya ini mengandalkan aliran listrik. Jadi air itu mengalir 24 jam, makanya yang penting enggak mati lampu. Kemudian setiap sore kita kasih nutrisi plus tambahan air,” jelasnya.

Dalam satu kali siklus penanaman, ia mengaku bisa menanam sampai 1.100 pohon melon dalam green hous miliknya dengan masa panen selama dua bulan.

Hasil panennya punsangat maksimal, bahkan dirinya bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesat Rp20 juta karena melon yang ditanamnya adalah jenis premium.

“Per kilogramnya Rp35.000, kalau dikali 1 ton berarti bisa mencapai Rp30 jutaan. Biaya produksi kurang lebih sama gaji karyawan itu berkisar Rp10 jutaan,” paparnya.

Ia memgaku berencana akan menambah satu unit green house nya kembali sehingga nantinya setiap satu bulan, bisa panen.

“Jadi kebetulan dari awal sudah benar-benar diantisipasi terutama dari segi persiapan. Makanya sudah siap gensetnya 24 jam di grenn house. Cuma untuk musim tanam ini alhamdulillah sih enggak ada mati lampu,” tuturnya.

Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani

Editor: Agung S Pambudi

Tags: petani melonWaringinkurung
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Lelang Jabatan Eselon II Kabupaten Serang Mulai Diserbu Pendaftar

Next Post

Merekrut Tenaga Kerja, Dewi-Iing Launcing MBG Banyumas

Next Post
Merekrut Tenaga Kerja, Dewi-Iing Launcing MBG Banyumas

Merekrut Tenaga Kerja, Dewi-Iing Launcing MBG Banyumas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Indomaret Cabang Lebak Gelar Aksi Donor Darah Per Tiga Bulan, Wujud Kepedulian Sosial Karyawan

Indomaret Cabang Lebak Gelar Aksi Donor Darah Per Tiga Bulan, Wujud Kepedulian Sosial Karyawan

by Rajudin
Senin, 31 Agustus 2026 20:19
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Lebak kembali menggelar kegiatan bakti sosial donor darah di Ruang Training Center...

Wakil Bupati Tangerang Tekankan Penguatan Karakter Anak

by Mulyadi
Senin, 31 Agustus 2026 18:37
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya penguatan pola asuh positif (positive parenting) dan literasi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.