PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kontribusi PAD pariwisata Pandeglang dinilai masih rendah. Kondisi ini terjadi meski Pandeglang memiliki banyak destinasi wisata.
Kabupaten Pandeglang dikenal memiliki wisata yang lengkap. Daerah ini menawarkan pantai, gunung, wisata air, hingga wisata religi.
Namun demikian, potensi besar tersebut belum memberi dampak maksimal. Kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah dan ekonomi masyarakat masih terbatas.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbud Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menilai tata kelola destinasi perlu diperkuat. Selain itu, kolaborasi lintas pemangku kepentingan juga harus ditingkatkan.
Ia menegaskan pengelolaan destinasi tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama.
“Pelatihan tata kelola destinasi wisata kami lakukan untuk menambah pengetahuan pelaku wisata agar lebih berdaya,” kata Mia, Jumat, 19 Desember 2025.
Pernyataan itu disampaikan saat Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata. Kegiatan berlangsung di Arrival Umang Island, Pandeglang.
Sementara itu, Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan jumlah peserta pelatihan. Sebanyak 50 orang mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari pengelola destinasi wisata, pengelola desa wisata, Pokdarwis, komunitas pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif.
Rahmat menilai perkembangan teknologi harus diikuti peningkatan kapasitas SDM. Pelaku wisata perlu terus menyesuaikan diri.
“Perkembangan zaman harus diimbangi pengetahuan. Dengan begitu, potensi wisata bisa dioptimalkan menjadi sumber pendapatan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Uus Usamah A.R, menyoroti keterbatasan aset daerah. Ia menyebut Disparbud Pandeglang hanya memiliki dua destinasi wisata.
Dua destinasi tersebut yakni pemandian air panas Cisolong dan Cikoromoy. Karena itu, pemerintah daerah perlu fokus pada pembinaan.
Uus menilai penguatan sumber daya manusia menjadi kunci. Pembinaan berkelanjutan dinilai lebih realistis untuk meningkatkan PAD.
“Saya berharap pembinaan lebih intens. Dampaknya harus terasa pada kapasitas pelaku wisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu narasumber pelatihan, Nana S. Amdan, menyoroti faktor informasi. Ia menyebut isu cuaca sering memengaruhi kunjungan wisata, terutama jelang Nataru.
Menurutnya, literasi media dan literasi digital menjadi kebutuhan penting. Informasi yang tepat akan meningkatkan kepercayaan wisatawan.
“Pemanfaatan teknologi secara bijak akan meningkatkan kepercayaan. Informasi yang benar lebih mudah diterima masyarakat,” katanya.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat tata kelola destinasi. Pemerintah daerah menargetkan kontribusi PAD pariwisata Pandeglang terus meningkat.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











