PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan meskipun sekolah libur semester.
Kebijakan ini merujuk pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.
Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan pelayanan bagi kelompok 3B itu tidak mengalami jeda karena mereka merupakan penerima manfaat yang membutuhkan asupan gizi rutin serta terukur. Distribusi MBG bagi kelompok ini dilaksanakan secara reguler dari Senin hingga Sabtu, tanpa penyesuaian jadwal meskipun sekolah libur.
Kepala SPPG Karangtanjung, Ilham Muhaemin, S.Ap, mengatakan, pihaknya selalu menjaga kualitas dapur dan fasilitas sesuai aturan yang berlaku, terlebih meskipun libur sekolah pihaknya tetap mendistribusikan untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
“Kami berusaha maksimal memastikan kualitas dan pemenuhan gizi seimbang untuk anak-anak sekolah termasuk balit ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Ilham Muhaemin, Selasa 23 Desember 2025.
Ilham menyebutkan, menu MBG untuk libur sekolah terdiri dari roti abon, telur asin, susu UHT, dan pisang. Porsi besar disediakan tiga kali, sedangkan porsi kecil susunya hanya dua kali. Beberapa tanggal tertentu tidak termasuk distribusi karena sesuai peraturan tanggal merah.
“Untuk menu kering seperti roti abon 3, telur asin 3, susu UHT 3, dan pisang 3 diberikan dalam porsi besar. Untuk porsi kecil, susunya hanya 2. Menu rapelan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 22-27. Namun, tanggal 25, 26, dan 28 tidak termasuk distribusi karena jatuh pada hari libur nasional,” sambungnya.
Dijelaskannya, program MBG besutan Presiden RI Prabowo Subianto menjangkau 2.772 siswa di 11 sekolah, serta 313 penerima manfaat di enam Posyandu di wilayah tersebut. Penerima manfaat di Posyandu mencakup balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Lanjut dia, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.
“Menu disusun ahli gizi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan bervariasi setiap hari, antara lain ayam, telur, susu, buah-buahan dan bahan lokal lainnya,” jelasnya.
Ilham menuturkan, MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung perekonomian lokal.
“Penyediaan bahan hingga penyajian makanan diawasi ketat sesuai pedoman teknis. Distribusi mengikuti standar quality control dengan bahan dari pemasok terpercaya,” ujarnya.
Terkait sertifikasi, SPPG telah mengajukan Sertifikasi Layak Higiene Sanitasi (SLHS) sejak awal Desember 2025.
“Dapur baru pertama kali beroperasi, jadi sertifikasi masih dalam proses,” ucap Ilham.
Ke depan, SPPG akan terus meningkatkan kualitas menu dengan memperhatikan kandungan gizi, keamanan pangan, dan variasi menu sesuai permintaan siswa.
“Harapannya, kebutuhan gizi siswa terpenuhi secara optimal,” tutup Ilham.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

