LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lebak sejak dini hari hingga malam pada Senin, 12 Januari 2026, memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap serta memicu pergerakan tanah di beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat total 609 rumah dan infrastruktur terdampak akibat bencana tersebut. Dari jumlah itu, 575 rumah terendam banjir, sementara 34 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat longsor.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta menyampaikan banjir dan longsor terjadi serentak pada Senin (12/1). Hingga Rabu, 14 Januari 2026, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak mulai berangsur membaik.
“Total ada 18 kecamatan terdampak, 42 desa dan 53 titik lokasi bencana. Dengan dampak kerusakan 575 rumah terendam banjir di Wanasalam dan Banjarsari serta 34 jalan dan rumah rusak akibat longsor,” kata Sukanta kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Menurutnya, banjir sempat merendam ratusan rumah warga dan mengganggu akses jalan di sejumlah kecamatan. Ketinggian air bervariasi, bergantung pada kondisi wilayah dan luapan sungai setempat.
Selain banjir, Sukanta menyebut bencana longsor terjadi di beberapa titik. Salah satunya berada di Kecamatan Rangkasbitung.
“Di Kecamatan Rangkasbitung terdapat satu desa yang terdampak longsor, tepatnya di Kampung Kedung RT 05 RW 01. Satu jembatan juga terdampak akibat peristiwa tersebut,” terangnya.
Ia menambahkan, longsor juga terjadi di Kampung Gagambiran, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, serta Kampung Enggolaya, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Banten, termasuk Kabupaten Lebak, pada periode 10–16 Januari 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Sukanta mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor,” pungkasnya.
Di sisi lain, warga Kecamatan Wanasalam, Badru, menyampaikan kondisi di wilayahnya mulai membaik setelah banjir surut.
“Alhamdulillah sekarang sudah membaik, air sudah surut dan warga mulai beres-beres rumah,” ujarnya.
Badru berharap pemerintah segera melakukan perbaikan drainase dan tebing penahan tanah agar banjir dan longsor tidak terus berulang setiap musim hujan.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











