TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Aksesmu berkolaborasi dengan Noovoleum menghadirkan program edukasi pengelolaan minyak jelantah berkelanjutan bagi para anggota warung di Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui optimalisasi ekosistem warung digital. Melalui program tersebut, Aksesmu mengedukasi para pelaku usaha mikro mengenai pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara bertanggung jawab serta dampak negatif yang ditimbulkan apabila limbah tersebut dibuang sembarangan.
Program kolaboratif ini diharapkan dapat mendorong pemilik warung dan masyarakat sekitar untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Minyak jelantah yang dibuang langsung ke saluran air atau tanah berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, penyumbatan drainase, hingga menurunkan kualitas sanitasi masyarakat. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan masih tergolong rendah. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan akses terhadap sistem pengumpulan minyak jelantah di berbagai daerah.
Sebagai platform digital yang mendampingi lebih dari 141.000 anggota warung aktif dalam memenuhi kebutuhan stok usaha, Aksesmu menilai warung memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change). Lokasinya yang berada di tengah permukiman menjadikan warung sebagai titik kumpul yang efektif untuk membangun gerakan berbasis komunitas.
“Melalui ekosistem digital Aksesmu yang menjangkau ratusan ribu warung di Indonesia, kami berkomitmen tidak hanya memajukan bisnis mitra dari sisi ekonomi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Kolaborasi dengan Noovoleum ini merupakan wujud nyata strategi keberlanjutan yang kami jalankan,” kata Managing Director Aksesmu, Viendra Primadia, dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.
Sebagai bagian dari pengembangan program tersebut, Aksesmu tengah mengintegrasikan sistem pengumpulan minyak jelantah melalui mesin U Collect yang akan terhubung langsung dengan aplikasi Aksesmu. Inovasi ini memungkinkan limbah rumah tangga memiliki nilai ekonomi bagi pemilik warung sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan akses pengumpulan minyak jelantah yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 kami harapkan dapat menjadi pemantik gerakan bersama dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan yang berkelanjutan melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi sirkular, dimulai dari rumah, warung, hingga tingkat nasional,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda










