CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Cabang olahraga pencak silat Kota Cilegon sementara mengoleksi satu medali emas, satu medali perak, dan lima medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026.
Meski demikian, peluang menambah perolehan medali masih terbuka karena dua atlet Kota Cilegon berhasil melaju ke partai final.
Medali emas dipersembahkan Fauzan Basri yang tampil sebagai juara di kelas B Putra. Sementara medali perak diraih Rizki Afandi atau Hafis pada kelas C Putra.
Adapun lima medali perunggu disumbangkan oleh Kahla Maulida (Alya) di kelas A Putri, Alifah di kelas C Putri, Zaki Kaisar (Fajri) di kelas A Putra, Ashifa Putri di kelas D Putri, serta Dwi Andika di kelas I Putra.
Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, Faturohman, mengatakan perolehan medali tersebut masih berpotensi bertambah karena dua atlet Kota Cilegon akan tampil pada partai final.
“Untuk cabang olahraga silat sampai hari ini dapat satu emas, satu perak, dan lima perunggu. Masih ada dua atlet yang besok akan melaksanakan final untuk perebutan emas di kelas F dan G,” katanya Selasa 16 Juni 2026.
Menurut Faturohman, capaian sementara tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan IPSI Kota Cilegon. Sebelum pelaksanaan POPDA, pihaknya menargetkan tiga medali emas dari cabang olahraga pencak silat.
“Kami memang menargetkan tiga emas. Jadi atlet-atlet sudah berbuat maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia mengakui persaingan pada POPDA XII Banten berlangsung cukup ketat. Salah satu faktor yang menjadi kendala adalah masa pembinaan atlet yang relatif singkat dibandingkan daerah lain.
Faturohman menjelaskan, pembinaan atlet silat Kota Cilegon baru berjalan sekitar enam bulan. Sementara sejumlah kabupaten dan kota lain telah melakukan pembinaan secara intensif selama dua tahun terakhir.
“Memang pembinaan yang kita lakukan sekitar enam bulan, sedangkan kabupaten dan kota lain sudah dua tahun. Jadi memang masih banyak yang tertinggal,” katanya.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat kembali menghadirkan program pembinaan atlet jangka panjang seperti yang pernah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, program pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas atlet pelajar agar mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki sistem pembinaan lebih matang.
“Harapannya mungkin ada lagi pelatihan jangka panjang seperti dulu. Ada PPLP, Pelatihan Cabang Olahraga atau program pembinaan daerah yang berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Meski belum seluruh atlet berhasil meraih medali, Faturohman meminta para pesilat muda Kota Cilegon yang belum beruntung agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil POPDA tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Kepada anak-anak yang hari ini belum beruntung harus tetap semangat. Jadikan ini sebagai pelajaran agar ke depan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak

