SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – BPKAD Kabupaten Serang menegaskan jika Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada APBD Kabupaten Serang tahun anggaran 2025 merupakan buntut dari adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Selain itu, Silpa juga terjadi karena adanya koreksi belanja atas penyelesaian atas defisit tahun 2024, termasuk kurang bayar dan lebih bayar BHPRD tahun 2023-2024 yang dilakukan di tahun 2026.
Plt Kepala BPKAD Kabupaten Serang, Agus Firdaus mengungkapkan, adanya Silpa anggaran yang muncul di Kabupaten Serang tidak berarti negatif. Namun, hasil dari koreksi dan penyesuaian-penyesuaian belanja. “Artinya ini hasil dari beberapa koreksi belanja dan hasil penyesuaian yang memang ketika disepakati angka defisit. Pasti kita sudah punya asumsi untuk menjaga cash flow agar tetap terjaga dengan baik dan tidak menimbulkan defisit di periode APBD selanjutnya,” ujarnya, Senin 22 Juni 2026.
Agus mengatakan, berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh BPK RI Silpa tahun anggaran 2025 sebesar Rp125 miliar yang terdiri dari dua kelompok. “Pertama Silpa e-Marking atau Silpa yang sudah ditentukan peruntukannya dan tidak bisa diapa-apakan lagi, contohnya Silpa yang berasal dari BLUD Rp26,7 miliar. Kemudian Silpa dari BLUD Puskesmas Rp4,6 miliar, Silpa DAK Rp7,6 miliar dan Silpa BOK Dinkes dan BOK Disdik,” ungkapnya.
Sementara sisanya yakni sebesar Rp85 miliar merupakan Silpa yang penggunaannya bisa untuk apa saja. Rencananya, Silpa tersebut akan digunakan untuk menutup defisit anggaran pada APBD 2026.
Agus mengungkapkan, saat penyusunan anggaran APBD 2026, pihaknya sudah mengasumsikan adanya dana Silpa di tahun anggaran 2025 sebagai buntut adanya aturan efisiensi anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk itu, Silpa sebesar Rp85 miliar tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran APBD 2026 sebesar Rp100,5 miliar serta luncuran sebesar Rp15 miliar. “Jadi Silpa ini bukan bebas kita gunakan apa saja. Kita sudah asumsikan defisit anggaran di APBD 2026 sebesar Rp100,5 miliar karena kita punya proyeksi Silpa-nya sebesar Rp85 miliar,” tuturnya.
Editor : Rostinah








