RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua produk yoghurt sebagai makanan atau minuman yang sehat. Menurutnya, manfaat yoghurt sangat bergantung pada kandungan gizi yang terdapat di dalamnya, terutama kadar gula dan protein.
Budi menjelaskan, masih banyak masyarakat yang memilih yoghurt dengan berbagai varian rasa karena dianggap lebih lezat. Padahal, yoghurt berperisa umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup tinggi. Sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Biasakan membaca label sebelum membeli yoghurt. Jangan hanya melihat kemasannya atau klaim sehatnya, tetapi cek juga kandungan gula dan proteinnya,” ujar Budi dalam edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media sosial Instagram @bgsadikin.
Menurut Budi, yoghurt dengan rasa buah atau varian manis lainnya umumnya mengandung sekitar 10 hingga 25 gram gula tambahan per kemasan. Sementara itu, yoghurt plain hanya mengandung gula alami dari laktosa susu, rata-rata sekitar 4 hingga 6 gram tanpa tambahan pemanis dalam jumlah besar.
Ia menyarankan masyarakat yang ingin memperoleh manfaat probiotik dan protein memilih yoghurt plain atau Greek yogurt. Kedua jenis yoghurt tersebut umumnya memiliki kandungan protein lebih tinggi, kadar gula lebih rendah, serta tetap mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.
Selain memperhatikan kandungan gula, Budi juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan membaca informasi nilai gizi pada setiap kemasan pangan. Informasi tersebut memuat jumlah gula, protein, lemak, kalori, hingga daftar komposisi yang dapat menjadi acuan sebelum memutuskan membeli suatu produk.
Anjuran tersebut sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Bahkan, WHO menilai pembatasan hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram gula per hari akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar, termasuk menurunkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Menkes berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih makanan dan minuman kemasan. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti membaca label gizi sebelum membeli dapat membantu mencegah konsumsi gula berlebihan sekaligus mendukung upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Editor : Rostinah










