SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Nama Cape Verde atau Cabo Verde mendadak menjadi perbincangan dunia setelah tampil luar biasa pada debutnya di Piala Dunia 2026.
Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu sukses memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina hingga babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya kalah tipis 2-3.
Perlu diluruskan, Cape Verde bukan berpenduduk 500 jiwa, melainkan sekitar 500 ribu hingga 530 ribu jiwa.
Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, negara ini menjadi salah satu negara dengan populasi paling sedikit yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Prestasi tersebut membuat Cape Verde mencuri perhatian dunia sepak bola.
Pada laga melawan Argentina, Cape Verde menunjukkan mental luar biasa. Dua kali tertinggal, mereka dua kali mampu menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu.
Argentina baru memastikan kemenangan setelah gol bunuh diri pada penghujung extra time, sekaligus mengakhiri mimpi sensasional wakil Afrika tersebut.
Keberhasilan Cape Verde melaju hingga fase gugur merupakan pencapaian bersejarah. Sebelum menghadapi Argentina, mereka berhasil lolos dari fase grup dengan hasil yang mengejutkan, termasuk menahan imbang beberapa tim kuat.
Kiprah itu menjadi bukti bahwa negara dengan populasi kecil pun mampu bersaing di level tertinggi jika memiliki pembinaan dan semangat juang yang kuat.
Cape Verde merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 10 pulau vulkanik di Samudra Atlantik. Negara ini memperoleh kemerdekaan dari Portugal pada tahun 1975 dan dikenal sebagai salah satu negara paling stabil di Afrika.
Selain pariwisata, sepak bola menjadi olahraga yang berkembang pesat dan kini mulai mendapat perhatian dunia.
Pelatih Bubista dinilai sukses membangun tim yang solid dengan memadukan pemain lokal dan diaspora Cape Verde yang berkarier di berbagai liga Eropa. Banyak pemain berdarah Cape Verde lahir di Portugal, Belanda, Prancis, hingga Belgia, sehingga memberikan kualitas tambahan bagi skuad berjuluk Blue Sharks tersebut.
Meski tersingkir, penampilan Cape Verde menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk kubu Argentina. Lionel Messi dan pelatih Lionel Scaloni mengakui pertandingan berlangsung sangat sulit dan memuji semangat juang lawannya yang tidak pernah menyerah hingga menit-menit terakhir pertandingan.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang memperkenalkan Cape Verde kepada dunia. Meski gagal melaju lebih jauh, kisah negara kecil berpenduduk sekitar setengah juta jiwa yang mampu membuat Argentina bekerja keras selama 120 menit dipastikan akan dikenang sebagai salah satu cerita paling inspiratif dalam sejarah turnamen.
Editor Daru










