PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wisatawan asal Kabupaten Serang mengeluhkan tumpukan sampah yang mencemari kawasan wisata kuliner Pantai Batako, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Sampah yang menumpuk di sepanjang bibir Pantai Teluk didominasi limbah rumah tangga berbahan plastik.
Tumpukan sampah kembali memenuhi kawasan pantai karena belum adanya kegiatan pembersihan secara rutin. Penanganan sampah dalam jumlah besar tersebut membutuhkan alat berat dan armada dump truck untuk proses pengangkutannya.
Sebelumnya, pembersihan sampah pernah dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sejumlah pihak terkait, serta PLTU Banten 2 Labuan yang juga turut melakukan penataan kawasan dengan pemasangan paving block di tepi Pantai Teluk.
Namun, cuaca buruk disertai gelombang tinggi kembali membawa kiriman sampah dari laut sehingga kawasan pantai kembali dipenuhi tumpukan sampah.
Salah seorang wisatawan asal Kabupaten Serang, Naseh Alfani, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia datang bersama rekan-rekan alumninya dari Jakarta untuk menggelar reuni sekaligus menikmati hidangan laut di pusat wisata kuliner Pantai Batako.
“Kalau hidangannya enak karena memang seafood makanan favorit saya. Tapi sayang tempatnya banyak sampah,” ujar Naseh, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurutnya, sampah yang menumpuk di sepanjang bibir pantai mengurangi kenyamanan pengunjung saat menikmati makanan.
“Mengganggu rasa nikmat kita saat makan. Jadi kebersihannya perlu dijaga,” katanya.
Naseh menilai kebersihan merupakan syarat utama bagi setiap destinasi wisata, termasuk kawasan wisata kuliner.
“Sebab setiap wisatawan ingin menikmati liburan dengan nyaman. Oleh-oleh yang dibawa pulang bukan hanya barang, tetapi juga pengalaman menyenangkan, makanan yang enak, dan lingkungan yang bersih,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengelola warung lesehan di kawasan Wisata Kuliner Pantai Batako, Otoy, mengatakan para pelaku usaha rutin melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan setiap pekan melalui program Salasih.
“Area lingkungan warung sudah kami bersihkan secara rutin setiap pekan melalui kegiatan Salasih,” katanya.
Meski demikian, menurut Otoy, sampah yang menumpuk di bibir pantai tidak dapat ditangani secara mandiri karena volumenya sangat besar.
“Permasalahan sampah di tepi pantai membutuhkan bantuan alat berat dan dump truck. Penanganannya harus serius dan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, mengatakan pembersihan sampah di Pantai Teluk telah dilakukan berulang kali. Namun, kiriman sampah dari laut terus berdatangan.
“Sudah berulang kali kami melaksanakan bersih-bersih sampah. Namun, dalam hitungan beberapa hari saja sampah dari laut kembali menumpuk,” katanya.
Editor : Aas Arbi

