CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Lulusan SMA dan SMK masih mendominasi jumlah pencari kerja di Kota Cilegon.
Hingga Juli 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mencatat sebanyak 2.237 pencari kerja melalui kartu AK-1, dengan 1.252 orang di antaranya merupakan lulusan SMA dan SMK.
Dari total tersebut, baru 1.136 orang yang berhasil ditempatkan bekerja, sehingga masih terdapat sekitar 1.101 pencari kerja yang belum terserap dunia kerja.
Data Disnaker juga menunjukkan lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok pendidikan yang paling banyak memperoleh penempatan kerja, yakni mencapai 857 orang.
Meski demikian, jumlah tersebut belum mampu mengimbangi banyaknya pencari kerja yang terus bertambah.
Menanggapi data tersebut, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengaku akan terlebih dahulu mempelajari kondisi tersebut sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.
“Nanti saya cek dulu,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cilegon.
Menurutnya, sebagai kota industri, Cilegon seharusnya mampu menghadirkan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
“Data Disnaker Kota Cilegon sampai Juli 2026 menunjukkan ada 2.237 pencari kerja yang tercatat melalui AK-1, sementara yang berhasil ditempatkan bekerja sebanyak 1.136 orang. Artinya, masih ada lebih dari seribu pencari kerja yang belum memperoleh pekerjaan,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi capaian penempatan tenaga kerja yang telah menembus lebih dari seribu orang.
Terlebih, lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok pendidikan yang paling banyak terserap oleh dunia industri.
“Hal ini menunjukkan bahwa dunia industri masih memberikan ruang bagi tenaga kerja dengan pendidikan menengah,” ujarnya.
Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah cepat berpuas diri. Ia menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penempatan tenaga kerja yang telah dilakukan.
“Perlu dievaluasi apakah penempatan kerja tersebut benar-benar didominasi oleh warga Kota Cilegon, bagaimana kualitas pekerjaan yang diperoleh, serta apakah penyerapan tenaga kerja itu mampu mengimbangi pertambahan jumlah pencari kerja setiap tahunnya,” tuturnya.
Sitta mendorong Pemkot Cilegon memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri, meningkatkan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja, serta memastikan implementasi kebijakan yang berpihak kepada tenaga kerja lokal.
“Dengan demikian, keberadaan industri di Cilegon benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak

