SERANG, RADARBANTEN.CO.ID— Jembatan Ciseke di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, akan dibangun oleh organisasi nirlaba asal Jepang, Non-Profit Organization Global Organization of Dreamers (NPO Good).
Jembatan tersebut diketahui mengalami kerusakan setelah terdampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan NPO Good nantinya akan berkolaborasi dengan relawan yang ada di Kabupaten Serang untuk membangun Jembatan Ciseke.
“Intinya relawan akan membangun Jembatan Ciseke dan akan berkolaborasi dengan Relawan Facebook Banten News. Mereka relawan yang membiayai kegiatan secara pribadi,” katanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari dan dibantu oleh relawan dari Banten.
“Kita dari daerah juga akan mensupport, nanti akan didampingi oleh DPUPR,” tegasnya.
Jembatan Ciseke merupakan jembatan penghubung antarkampung yang rusak akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kehadiran relawan dari Jepang memberikan angin segar bagi Pemerintah Kabupaten Serang di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi.
Sementara itu, relawan Facebook Banten News yang ikut mendampingi, Lulu Jamaludin, mengatakan pihaknya sebelumnya telah memberikan tiga titik untuk disurvei NPO Good, yakni di Lebak, Pandeglang, dan Kabupaten Serang.
“Mereka lebih cocok yang ada di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Dia mengatakan, selama 10 hari berada di Ciseke, terdapat sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain membangun jembatan, para relawan akan melakukan bersih-bersih sungai dan sampah, merapikan jalan, hingga mengenalkan sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Serang.
“Ada puluhan relawan dari Banten yang akan mendampingi kegiatan mereka,” tegasnya.
Lulu mengaku pembangunan jembatan tersebut sangat mendesak karena menjadi akses utama bagi warga. Namun, kegiatan lainnya juga tak kalah penting, yakni memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Jadi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi kita membangun mindset mereka tentang gotong royong. Tentang orang Jepang yang jauh-jauh dari Jepang, patungan menggunakan dana pribadi untuk membangun jembatan di Serang. Tentunya kita patut meniru itu,” tegasnya.
Koordinator NPO Good Jepang, Koji Isoda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kali pertama dilakukan NPO Good di Indonesia.
“Baru pertama sampai di Indonesia, sebelumnya ada di Laos, Sri Lanka, Mongolia, Thailand, dan Korea Selatan. Jadi mereka datang membawa anak muda melihat dunia. Tapi bukan sekadar liburan, tetapi bisa terkoneksi dengan orang lokal dan merasakan hidup bersama dengan orang lokal,” ujarnya.
Saat ditanya alasan mereka bersedia mengeluarkan dana pribadi untuk membangun fasilitas di negara lain, Koji mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjembatani orang-orang yang memiliki niat baik untuk membantu sesama.
“Kita juga menjembatani orang-orang yang ingin belajar ke luar negeri, jadi sambil membantu orang, bisa juga jalan-jalan ke luar negeri. Ini terjawab di proyek ini,” tegasnya.
Dia mengatakan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan selama 25 tahun terakhir. Dengan mengeluarkan dana pribadi untuk membantu orang lain, banyak pelajaran yang didapatkan.
“Kita juga belajar dari orang lokal banyak hal, ini jadi sesuatu yang dibawa sampai nanti,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani – Editor: Aas Arbi
