CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Jaringan Muda Indonesia (JMI) Kota Cilegon bersama Dewan Pendidikan Kota Cilegon mendorong lahirnya Gerakan Peduli Pendidikan sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan yang adil dan setara di Kota Cilegon.
Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi JMI Kota Cilegon dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilegon dengan Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Jum’at 14 Agustus 2026 di Sekretariat Dewan Pendidikan Cilegon.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Cilegon, Syaeful Bahri, mengatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai gagasan dan bentuk kolaborasi untuk mendorong kemajuan pendidikan di Kota Cilegon.
Menurut dia, Dewan Pendidikan tidak hanya menjadi ruang bagi pengurus dan anggotanya, tetapi juga terbuka bagi seluruh elemen yang memiliki kepedulian dan ingin berkontribusi terhadap pendidikan.
“Dewan Pendidikan ini bukan hanya milik anggota Dewan Pendidikan, tetapi milik semua. Apalagi bagi mereka yang ingin berkontribusi untuk pendidikan Cilegon yang adil dan setara,” kata Syaeful.
Ia mengapresiasi keterlibatan JMI, HMI, serta berbagai elemen lainnya yang memberikan dukungan terhadap rencana deklarasi Gerakan Peduli Pendidikan.
Syaeful menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, Dewan Pendidikan memiliki posisi sebagai mitra strategis pemerintah dalam bidang pendidikan.
Karena itu, Dewan Pendidikan tidak akan mengambil alih tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Sebaliknya, kedua institusi tersebut menjadi mitra strategis dalam membangun pendidikan di Kota Cilegon.
“Kami tidak mungkin mengambil peran atau tupoksi Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Justru kami menjadi mitra strategis untuk bersama-sama memperkuat pendidikan,” ujarnya.
Dewan Pendidikan juga mendorong penguatan pendidikan informal, termasuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Upaya tersebut sebelumnya dilakukan melalui kolaborasi dengan Forum Komunikasi Sekolah (FKS) Bungasari.
Menurut Syaeful, penguatan kompetensi tenaga pendidik diperlukan agar pendidikan informal di tengah masyarakat dapat berjalan dengan kualitas pembelajaran yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua JMI Kota Cilegon, Rahmat Hidayatullah, menyambut baik keterbukaan Dewan Pendidikan terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Menurut Rahmat, gerakan peduli pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen agar persoalan pendidikan di Cilegon dapat dikawal secara bersama-sama.
“Kami melihat ada ruang kolaborasi yang terbuka. JMI siap ikut mengambil peran dan bersinergi dengan Dewan Pendidikan untuk mendorong pendidikan Cilegon yang lebih adil dan setara,” kata Rahmat.
Rahmat mengatakan, JMI juga siap mendukung rencana deklarasi Gerakan Peduli Pendidikan sebagai langkah awal membangun gerakan bersama yang melibatkan pemuda, mahasiswa, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kota Cilegon.
Editor Daru

