SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pawai Budaya Kota Serang menarik perhatian ribuan warga yang memadati kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Senin, 17 Agustus 2026 malam. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta dari 104 rombongan.
Pawai budaya digelar dalam rangkaian HUT ke-19 Kota Serang sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tingginya antusiasme warga terlihat dari kepadatan masyarakat di sepanjang jalur pawai.
Sebelum pawai dimulai, sejumlah kesenian tradisional Banten ditampilkan, di antaranya Terbang Gumbrung, Yalil, dan Tari Rampak Terbang Gede.
Setelah itu, 104 rombongan peserta mengikuti pawai dengan menampilkan beragam atraksi dan unsur budaya. Peserta berasal dari berbagai unsur, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajaran lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Serang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, banyaknya peserta dan masyarakat yang hadir menunjukkan kesenian serta kebudayaan daerah masih mendapat perhatian dari masyarakat.
“Alhamdulillah ramai ya pengunjungnya. Ini bagian dari upaya kita sama-sama melestarikan budaya di Kota Serang. Pawai ini diikuti oleh banyak partisipan, baik dari OPD maupun jajaran lainnya yang ikut meramaikan,” ujar Budi.
Menurutnya, pawai budaya tidak hanya menjadi tontonan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menjaga eksistensi kesenian daerah sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
Budi berharap kegiatan budaya di Kota Serang dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat di luar Banten hingga mancanegara.
“Saya berharap budaya Serang bisa dikenal seluruh daerah lain bahkan sampai ke internasional. Saya sendiri kan sudah pernah membawa batik Kota Serang ke luar negeri. Ini bagian dari semangat saya untuk memajukan Kota Serang menuju kota yang maju, berbudi, dan sejahtera,” katanya.
Antusiasme ribuan warga dalam Pawai Budaya tersebut menunjukkan potensi kegiatan budaya sebagai ruang promosi sekaligus pelestarian kesenian lokal. Pemerintah Kota Serang pun didorong untuk menjadikan kegiatan serupa tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai bagian dari pengembangan budaya daerah.
Reporter: Nahrul Muhilmi – Editor: As Arbi

