SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) RI terus mendorong internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam Indonesia di tingkat global.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., mengatakan pihaknya tengah mendorong program internasionalisasi terhadap 59 PTKIN di Indonesia.
Menurutnya, pengakuan global terhadap perguruan tinggi Islam Indonesia harus dibangun melalui program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar PTKIN dan PTKIS mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional. Programnya sangat komprehensif, mencakup publikasi bersama, riset kolaboratif, hingga pengiriman profesor ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, dan Eropa,” jelas Prof. Sahiron dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI yang berlangsung di Aula Serbaguna Gedung Rektorat UIN SMH Banten, Kamis, 20 Agustus 2026.
Upaya internasionalisasi tersebut juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kementerian saat ini memfasilitasi pelatihan bahasa dan metodologi riset secara intensif bagi dosen-dosen muda sebagai bagian dari persiapan mereka untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang mampu berjejaring dengan perguruan tinggi dan peneliti di berbagai negara.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Wardatul Asriah yang mewakili Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan jajaran pimpinan UIN SMH Banten.
Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi di era modern membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan.
Hal tersebut, menurutnya, telah ditunjukkan UIN SMH Banten melalui pengelolaan aset kampus secara produktif.
Apresiasi juga diberikan terhadap rancangan induk pembangunan kampus yang dinilai memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan kebersihan.
“Kami bersyukur dan merasakan sebuah kedamaian hati masuk ke sini. Kampus ini tidak hanya indah, tetapi kebersihannya sangat terjaga. Rencana UIN Banten untuk membuka prodi alternatif pengobatan yang mengangkat kearifan lokal juga merupakan terobosan cerdas yang akan kami dukung,” ungkap Wardatul Asriah.
Kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama sivitas akademika UIN SMH Banten.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas berbagai kebutuhan perguruan tinggi keagamaan Islam secara langsung.
Langkah internasionalisasi yang didorong Kemenag tersebut sejalan dengan komitmen UIN SMH Banten untuk memperkuat daya saing dan reputasi akademik di tingkat global menuju target world class university.
Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menegaskan bahwa upaya menuju world class university tidak hanya dilakukan melalui penguatan akademik, tetapi juga pengelolaan sarana, aset, dan potensi kampus secara produktif.
UIN SMH Banten kini memiliki convention hall berkapasitas hingga 6.000 orang serta sejumlah unit bisnis, termasuk kompleks perkantoran perbankan dan fasilitas penginapan setara hotel bintang tiga. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan berskala nasional sekaligus memperkuat peran kampus sebagai ruang publik.
“Kami memiliki visi menjadi universitas Islam yang unggul, bereputasi internasional, dan berdampak. Visi ini terus kami wujudkan sampai institusi ini berpusat menjadi world class university pada tahun 2045,” tegas Prof. Ishom.
Editor: Aas Arbi

