SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terus menggenjot penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui inovasi SAPUJAGAT atau Selalu Peduli dan Jaga Pendapatan.
Inovasi tersebut lahir setelah realisasi PBB-P2 Kecamatan Kasemen pada 2025 menjadi yang terendah di Kota Serang.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Kecamatan Kasemen mengubah pola pemungutan dengan melibatkan aparatur hingga tingkat kelurahan dan perangkat kewilayahan.
Camat Kasemen, Sugiri mengatakan, realisasi PBB Kecamatan Kasemen pada 2025 hanya mencapai 49 persen dan menjadi yang terendah se-Kota Serang.
“Kami selaku pimpinan di kecamatan membuat suatu inovasi jangan sampai Kecamatan Kasemen realisasi PBB di tahun 2026 ini menjadi yang terendah lagi. Maka kami bersama teman-teman para Kasi membuat inovasi kita namanya Sapu Jagat atau Selalu Peduli dan Jaga Pendapatan,” kata Sugiri, Kamis, 20 Agustus 2026.
Melalui SAPUJAGAT, aparatur kecamatan dan kelurahan bergerak melakukan pemungutan secara langsung dari rumah ke rumah. Pelaksanaan tersebut juga melibatkan RT dan RW untuk menjangkau wajib pajak di masing-masing wilayah.
Sugiri menjelaskan, tim SAPUJAGAT dibagi menjadi tiga kelompok yang bergerak di 10 kelurahan. Selain melakukan penagihan, petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar PBB.
Hasilnya mulai terlihat dari capaian penerimaan. Berdasarkan data perbandingan, pada Agustus 2025 capaian PBB-P2 Kecamatan Kasemen tercatat Rp202,96 juta atau 8,9 persen.
Sementara pada Juli 2026, capaian tersebut meningkat menjadi Rp708,17 juta atau 28,8 persen. Artinya, terdapat kenaikan sebesar Rp505,20 juta atau 248,91 persen dibandingkan capaian pada periode sebelumnya.
Sugiri menyebut, hingga Agustus 2026, realisasi PBB-P2 Kecamatan Kasemen telah mencapai sekitar 34 persen atau hampir Rp850 juta. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp200 juta.
“Di tahun 2025 target PBB kita itu Rp2,2 miliar, sedangkan tahun 2026 nilainya lebih tinggi lagi yaitu Rp2,4 miliar. Dan alhamdulillah dengan 34 persen ini realisasi secara keuangan itu sebesar hampir Rp850 juta,” ujarnya.
Ia menargetkan realisasi PBB-P2 Kecamatan Kasemen tahun ini dapat mencapai 90 persen. Untuk mencapai target tersebut, seluruh perangkat kecamatan dan kelurahan diminta konsisten melakukan pemantauan serta sosialisasi kepada masyarakat.
Menurut Sugiri, penerimaan PBB memiliki kaitan dengan pembangunan daerah. Masyarakat perlu memahami bahwa pembayaran pajak menjadi salah satu sumber pendapatan yang menopang pembangunan Kota Serang, termasuk infrastruktur.
“Mudah-mudahan ini juga sesuai dengan arahan Pak Wali Kota agar semua perangkat yang ada di kecamatan dan kelurahan selalu konsisten untuk sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap SAPUJAGAT dapat terus berjalan dan mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Dengan demikian, Kecamatan Kasemen tidak kembali menjadi wilayah dengan realisasi PBB terendah di Kota Serang.
Editor: Agus Priwandono

