SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Inflasi Kota Serang tercatat 2,77 persen secara tahunan pada Juli 2026. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Meski kondisi inflasi masih terkendali, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama di tengah ancaman kekeringan dan perubahan cuaca ekstrem.
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, perubahan cuaca perlu menjadi perhatian karena dapat mengganggu produksi pertanian dan berdampak terhadap pasokan pangan.
“Kekeringan sudah terjadi di beberapa daerah termasuk Kota Serang. Ini berdampak pada sektor pertanian. Ada pergeseran musim tanam dan potensi gagal panen yang mengancam pasokan pangan,” kata Agis, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, gangguan produksi pertanian dapat memicu berkurangnya pasokan komoditas di pasar. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga dan menekan daya beli masyarakat.
“Kalau pasokan terganggu, harga di pasar pasti melonjak. Dan yang pertama merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Serang menyiapkan tiga strategi utama.
Pertama, memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir melalui penguatan rantai pasok lokal, optimalisasi lumbung pangan serta kerja sama antardaerah dengan wilayah sentra produksi pangan.
Kedua, memperkuat mitigasi perubahan iklim di sektor pertanian. Dinas Pertanian didorong meningkatkan pendampingan kepada petani, termasuk melalui teknologi pertanian adaptif iklim, perbaikan irigasi dan penggunaan varietas bibit yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
Ketiga, melakukan intervensi pasar secara terukur dan berbasis data. Pemkot Serang melakukan pemantauan harga bahan pokok secara real-time untuk mendeteksi komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan.
Jika terjadi gejolak harga, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui Operasi Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah maupun pemanfaatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
Agis mengatakan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Diperlukan koordinasi lintas sektor agar potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga dapat diantisipasi sejak awal.
Dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran, Pemkot Serang berharap strategi tersebut dapat mempertahankan stabilitas harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat menghadapi potensi gejolak pangan akibat perubahan cuaca.
Editor Daru
