PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat 13 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut didominasi kebakaran permukiman serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu kejadian dengan kerugian terbesar terjadi di Kecamatan Cadasari, yakni kebakaran kandang ternak kambing yang menyebabkan 104 ekor kambing mati terpanggang.
Kebakaran tersebut juga menghanguskan kandang ternak. Total kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp380 juta.
Sementara itu, peristiwa kebakaran terbaru terjadi di Kecamatan Cigeulis pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kebakaran melanda lahan ilalang seluas sekitar 6 hektare.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Yosep Mardani, mengatakan 13 peristiwa kebakaran tercatat selama Juli dan Agustus 2026.
“Pada bulan Juli sebanyak 7 peristiwa kebakaran dan pada bulan Agustus sebanyak 6 peristiwa kebakaran. Yang didominasi permukiman dan lahan juga,” kata Yosep.
Kebakaran Lahan 6 Hektare di Cigeulis
Yosep menjelaskan, kebakaran lahan di Kecamatan Cigeulis terjadi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Pusdalops BPBDPK menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 20.00 WIB.
Pelapor bernama Gilang yang saat itu melintas di sekitar Kampung Cipeunyu, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis. Ia melihat kebakaran lahan di depan tambak yang dikhawatirkan merambat ke permukiman warga.
“Pelapor melihat adanya kebakaran lahan yang mengkhawatirkan bisa merambat ke pemukiman warga dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Mako BPBDPK Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, Pusdalops BPBDPK segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Sektor Labuan. Petugas kemudian menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi dan tiba sekitar pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan informasi dari tim pemadam Sektor Labuan, kebakaran diperkirakan telah terjadi sejak sekitar pukul 18.00 WIB.
“Area yang mengalami kebakaran ialah ilalang kurang lebih seluas 6 hektare. Untuk pemadaman, selain menggunakan unit pemadam, masyarakat turut membantu dengan menggunakan alat pemadaman tradisional,” kata Yosep.
Petugas dan warga melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat semprot tanaman atau gendong. Warga juga menggunakan parang, pelepah pisang, dan kayu karena titik kebakaran berada cukup jauh dan sulit dijangkau unit pemadam.
Setelah petugas bersama masyarakat berjibaku memadamkan api, kobaran berhasil dikendalikan. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBDPK mengerahkan satu unit Damkar Sektor Labuan, satu unit Damkar Mako Pandeglang, dan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter.
“Jumlah personel yang terjun ke lokasi sebanyak 13 personel. Sebanyak 6 orang dari Pos Labuan dan 7 orang dari Mako Pandeglang,” ujarnya.
Warga Diimbau Waspada Kebakaran
Kabid Damkar BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Hudayatullah, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Cuaca panas dan kering membuat percikan api sekecil apa pun bisa memicu kebakaran besar,” katanya.
Hudayatullah meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan.
Selain itu, warga diimbau memeriksa kabel dan instalasi listrik di rumah, memastikan kompor gas sudah dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Intinya, awasi api hingga benar-benar padam,” pungkasnya.
Reporter: Purnama Irawan – Editor: Aas Arbi

