KOTA SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Pamindangan, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, masih menjaga tradisi turun-temurun dalam merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi.
Pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, seluruh warga di kampung ini membuat kekayon. Yakni, replika bangunan berbentuk masjid yang dibuat dari kayu dan dihias dengan beragam bahan.
Kekayon tersebut kemudian diisi berbagai barang yang bermanfaat, mulai dari beras, sembako, pakaian, kain, uang, perabot rumah tangga hingga barang elektronik.
Warga membuat kekayon dengan modal yang tidak sedikit. Biaya pembuatannya diperkirakan mulai Rp1 juta bahkan lebih, tergantung isi dan ukuran kekayon.
Untuk kekayon dengan modal lebih besar, warga biasanya mengisinya dengan barang-barang bernilai lebih tinggi, termasuk peralatan elektronik.
Proses pembuatan kekayon pun berlangsung meriah. Warga bekerja sama menghias replika tersebut sambil diiringi musik dan suara sound system yang dipasang di teras rumah.
Selanjutnya, pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, kekayon akan dibawa warga ke masjid. Di sana, warga akan riung atau ngariung, yang dalam bahasa setempat berarti berkumpul bersama.
Setelah dikumpulkan dan dilakukan kegiatan bersama, barang-barang yang terdapat di dalam kekayon kemudian akan dibagikan kepada masyarakat.
Menariknya, warga yang membuat kekayon tidak mengambil kembali barang yang telah mereka masukkan.
Barang-barang tersebut justru dibagikan kepada warga lain, terutama warga dari luar lingkungan atau yang datang dari tempat yang lebih jauh.
Tradisi kekayon menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan berbagi antarwarga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menjaga tradisi leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat di Desa Pamindangan.
Editor: Agus Priwandono

