KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang memperkuat pelayanan dan pemberdayaan peserta dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026.
Kegiatan yang digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Tangerang, Jumat 4 September 2026 tersebut diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan peserta, serta pemberdayaan ekonomi melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).
Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Kunto Baskoro Arifianto, mengatakan Harpelnas menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas manfaat yang diterima peserta.
“Yang kami usung ada tiga, yakni proaktif dalam melayani, memberdayakan secara berkelanjutan, dan menciptakan nilai yang melampaui perlindungan kepada peserta,” ujar Kunto di lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta program PEKA juga diberi kesempatan memperkenalkan sekaligus menjual produk usaha mereka. Produk yang ditawarkan antara lain jamu, makanan ringan, dan kue basah.
Menurut Kunto, sekitar 150 peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara bergantian. Pelayanan juga terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Peserta dapat menggunakan layanan appointment online melalui Lapak Asik untuk menentukan jadwal kedatangan ke kantor. Sementara sejumlah layanan Jaminan Pensiun dapat diakses melalui aplikasi JMO.
“Di JMO sudah kami siapkan beberapa fitur untuk pelayanan peserta, termasuk manfaat perumahan dalam bentuk Manfaat Layanan Tambahan,” katanya.
Kunto juga mengatakan program PEKA merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi peserta maupun ahli waris.
Hingga saat ini, sekitar 25 peserta di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan pelatihan melalui program PEKA.
Dimana, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan penghasilan.
“Harapannya mereka bisa berwirausaha, mendapatkan penghasilan, dan memberikan nafkah kepada keluarganya,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang menargetkan cakupan program PEKA terus diperluas. Kunto berharap sedikitnya 100 peserta dapat menerima manfaat program tersebut.
“Kami akan meningkatkan program PEKA sehingga cakupan peserta yang mendapatkan manfaat semakin luas. Harapannya bisa mencapai 100 peserta atau lebih,” katanya.
Kunto menjelaskan, penerima manfaat PEKA tidak hanya berasal dari peserta BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga ahli waris, termasuk anak maupun pasangan peserta yang menerima manfaat.
“PEKA ini kami berikan juga kepada ahli waris, baik anak maupun istri atau suami dari peserta,” pungkasnya.
Sementara, salah satu penerima manfaat PEKA, Mimin, mengatakan program tersebut membantu mempertahankan dan mengembangkan usaha rumahan yang dijalankannya.
Mimin memproduksi sejumlah jenis jamu, seperti kunyit asam dan beras kencur. Ia juga membuat makanan ringan dan kue basah, di antaranya pastel, risol, dan putu ayu.
Jamu produksinya dijual sekitar Rp6.000 per botol dan dipasarkan secara daring berdasarkan pesanan. Menurut Mimin, produk tersebut dapat bertahan lebih dari satu minggu apabila disimpan di lemari pendingin.
“Manfaatnya bisa melanjutkan usaha dan menambah modal,” kata Mimin.
Mimin juga kembali menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan setelah memperoleh manfaat dari program tersebut. Ia mengaku manfaat sebagai ahli waris turut membantu kondisi perekonomian keluarganya.
Dia berharap BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga BPJS semakin maju dan pelayanannya lebih baik lagi,” tandasnya.
Editor: Bayu Mulyana

