SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten bersama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Banten dan Forum Pimpinan Gereja Katolik Banten (Forpijak) memperkuat persiapan kontingen Banten menuju Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional IV 2027 di Manado, Sulawesi Utara.
Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Banten, Pormadi Simbolon, mengatakan persiapan kontingen menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Bimas Katolik, LP3KD, dan Forpijak Banten.
Rapat dengan tema “Bersatu dan Bersinergi untuk Kontingen Pesparani Provinsi Banten menuju Pesparani Katolik Tingkat Nasional IV di Manado Tahun 2027” itu digelar di Megantara Edupark, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (27/8/2026).
“Rapat menghasilkan sejumlah agenda persiapan, termasuk rencana pembentukan kepanitiaan Pesparani Provinsi Banten dan proses seleksi peserta yang akan memperkuat kontingen Banten,” kata Pormadi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (6/9/2026).
Pormadi mengatakan Pesparani Katolik tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara dan seni keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk pujian dan ungkapan iman umat Katolik.
Karena itu, ia berharap masyarakat Katolik di Banten dapat ikut mendukung persiapan kontingen. Dukungan juga diharapkan dari para pastor paroki yang berada di wilayah Provinsi Banten.
Ketua Umum LP3KD Banten, Osner Purba, mengatakan peran pastor paroki penting dalam mempersiapkan keikutsertaan Banten dalam Pesparani Nasional IV.
Menurut Osner, pengurus LP3KD Banten sesuai dengan Keputusan Gubernur Banten Tahun 2026 akan melakukan rapat untuk mempersiapkan pembentukan kepanitiaan Pesparani Provinsi Banten.
Kepanitiaan tersebut nantinya akan mendukung berbagai tahapan persiapan, termasuk proses seleksi peserta yang akan menjadi bagian dari kontingen Banten untuk mengikuti Pesparani tingkat nasional di Manado.
Osner menilai persiapan sejak awal diperlukan agar kontingen Banten dapat mengikuti berbagai mata lomba dengan lebih matang.
Forpijak Dorong Dukungan Gereja Katolik
Koordinator Forum Pimpinan Gereja Katolik Provinsi Banten, Romo Yohanes Suradi, mengatakan Forpijak turut mendorong penguatan dukungan masyarakat Katolik Banten terhadap persiapan Pesparani 2027.
Selain mendukung agenda Pesparani, Forpijak menjadi wadah untuk membangun relasi dan sinergi antara pimpinan Gereja Katolik dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Romo Suradi menjelaskan, kepengurusan Forpijak melibatkan para pastor paroki yang berada di wilayah pemerintahan Provinsi Banten.
Dukungan terhadap persiapan kontingen Banten juga disampaikan Ketua Dekenat Tangerang 1, Romo Matius Pawai. Ia berharap penentuan mata lomba dan peserta yang akan memperkuat kontingen Banten dapat segera dilakukan.
“Dengan demikian, persiapan dapat diintensifkan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekenat Tangerang 2, Romo Petrus Cipto Nugroho, mengatakan Paroki Pamulang telah berkontribusi dalam keikutsertaan Banten pada Pesparani Katolik Nasional I, II, dan III.
Ia memastikan dukungan tersebut akan dilanjutkan pada Pesparani Katolik Nasional IV di Manado pada 2027.
Selain membahas persiapan kontingen, rangkaian kegiatan koordinasi tersebut juga diisi dengan penanaman pohon di lingkungan Megantara Edupark.
Penanaman pohon menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bentuk pertobatan ekologis para peserta yang hadir.
Sementara itu acara rapat koordinasi dihadiri pengurus inti LP3KD Banten, pengurus Forpijak, Penyelenggara Katolik Kota Tangerang Selatan Markus Supriyanto, Penyelenggara Katolik Kabupaten Tangerang Petrus Kanisius Kebaolo, Ketua Pokjaluh Katolik Banten Hilarius Mia Mai, para pastor, frater, perwakilan paroki-paroki di Banten, serta jajaran ASN Bimas Katolik Banten.
Melalui konsolidasi tersebut, Bimas Katolik, LP3KD, dan Forpijak Banten mendorong agar persiapan kontingen dilakukan secara terencana sehingga Banten dapat berpartisipasi secara optimal dalam Pesparani Nasional IV 2027 di Manado.
Editor: Aas Arbi
