• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Waspada

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 6 September 2026 09:11
in Kabupaten Serang
0

CCTV letusan GAK

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pasca terjadinya letusan pada 4 September 2026 lalu, Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus level III atau Siaga. Status tersebut mengharuskan wisatawan untuk menjauhi area 3 kilometer dari pusat letusan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk waspada terhadap ancaman awan panas, lava, lontaran batu pijar hingga hujan abu vulkanik lebat akibat letusan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan saat ini untuk status GAK besada di level III atau siaga. Erdasarkan laporan dari Badan Geologi per tanggal 5 September 2026, aktivitas erupsi masih terjadi.

“Erupsi terjadi disertai suara gemuruh serta semburan yang menyerupai lava fountain. Aktivitas dan perkembangan morfologi GAK masih terus dipantau oleh PVMBG/Badan Geologi,” katanya, Minggu 6 September 2026.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dari PBMBG, tubuh GAK masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu.

Ia mengatakan, saat ini terdapat Early Warning System (EWS) yang telah terpasang di sejumlah lokasi di Kabupaten Serang. Keberadaan EWS untuk alat deteksi dini terjadinya bencana.

“Seluruh EWS yang terpasang di Kabupaten Serang ada di Anyer, Bulakan, Karangsuraga, Salira, Sumuranja, dan Argawana,” ujarnya.

Mengenai adanya suara EWS yang diduga terdengar oleh masyarakat dan santri di pesantren Annajah, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten selaku pengendali EWS, aparatur desa pesisir, dan Destana.

“Hasil konfirmasi, seluruh EWS tidak berbunyi. Khusus Pesantren Annajah, EWS Bulakan dan Karangsuraga merupakan titik terdekat dan keduanya juga dipastikan tidak teraktivasi. Untuk suara yang didengar oleh masyarakat ataupun pihak Annajah, kami pastikan tidak ada, setelah komunikasi dan koordinasi dengan Kantor Station Pemantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran Cinangka,” tegasnya.

Ia mengatakan, kondisi lapangan saat ini terpantau kondusif dan tidak terdapat kepanikan yang meluas. Pihaknya terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, aparatur desa, Destana, dan instansi terkait.

“Apabila terdapat perkembangan signifikan atau aktivasi EWS, akan segera kami laporkan kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati GAK dengan radius 3 kilometer dari usat letusan. Lalu, ia meminta juga agar masyakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, lava, lontaran batu pijar hingga hujan abu vulkanik lebat akibat letusan.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

“Pantai terus informasi resmi melalui BPBD Kabupaten Serang, PVMBG, BMKG dan media terpercaya. Siapkan diri dan keluarga dengan rencana evaluasi serta tas siaga bencana,” ujarnya.

Editor: Abdul Rozak

Tags: Anak KrakatauBPBD Kabupaten SerangGAKkabupaten serangletusan GAKPemkab Serangwaspada
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Gunung Anak Krakatau Pernah Meletus Tahun 1883, Badan Geologi Ungkap Fenomena Erupsi Menerus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Waspada

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 6 September 2026 09:11
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Pasca terjadinya letusan pada 4 September 2026 lalu, Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus level III atau Siaga....

Gunung Anak Krakatau Pernah Meletus Tahun 1883, Badan Geologi Ungkap Fenomena Erupsi Menerus

by Purnama Irawan
Minggu, 6 September 2026 08:01
0

RADARBANTEN.CO.ID - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap fenomena erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) yang merupakan gunungapi aktif tipe...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.