SERANG – Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki memastikan, personel dan peralatan Satuan Brimob Polda Banten siap digerakkan untuk menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang berkembang di Provinsi Banten. Hengki menyampaikan itu saat memimpin Apel Gelar Peralatan Satuan Brimob Polda Banten di Mako Satbrimob Polda Banten pada Jumat (4/9).
Hengki memeriksa seluruh perlengkapan operasional untuk memastikan tidak hanya tersedia. Namun, juga berfungsi dan siap digunakan sewaktu-waktu.
Hengki mengatakan, kesiapan Brimob menjadi penting di tengah situasi kamtibmas yang masih dinamis. Sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat berpotensi memunculkan aksi penyampaian pendapat yang dapat berkembang menjadi peningkatan eskalasi.
“Tidak semua aksi akan berkembang menjadi gangguan keamanan, tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan kemungkinan terjadinya peningkatan eskalasi,” kata Hengki.
Ia menambahkan, apel gelar peralatan bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kekuatan Brimob benar-benar siap memberikan respons apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Saya mengapresiasi kesiapan rekan-rekan. Kegiatan ini harus dimaknai sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa kapan pun kekuatan Brimob dibutuhkan, kita benar-benar dalam kondisi siap,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan, Hengki menekankan pentingnya memastikan seluruh sarana pendukung berada dalam kondisi laik operasional. “Mulai kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan pengendalian massa, kendaraan taktis, pengeras suara, hingga peralatan pendukung lainnya harus dicek secara berkala,” tuturnya.
Ia meminta setiap kekurangan maupun kerusakan peralatan segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Langkah itu penting agar tidak terjadi kendala ketika peralatan dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Hengki juga meminta kemampuan personel Brimob terus ditingkatkan melalui latihan secara rutin dan berkelanjutan. “Personel Brimob harus menguasai formasi, memahami rantai komando, penggunaan perlengkapan, serta mampu mengambil tindakan sesuai perkembangan situasi dan ketentuan yang berlaku,” bebernya.
Hengki mengingatkan personel Brimob agar tidak mudah terpancing provokasi maupun bertindak berdasarkan emosi ketika menghadapi situasi yang berpotensi memanas. “Setiap langkah harus berdasarkan perintah, situasi dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Untuk menjaga kesiapan tersebut, Hengki menginstruksikan pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan secara rutin, minimal sekali dalam sebulan. Pemeriksaan rutin juga harus dibarengi dengan latihan menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi, termasuk kemampuan Dalmas dan penanggulangan huru-hara.
“Kesiapan Brimob bukan dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan kepada masyarakat. Sebaliknya, seluruh kemampuan personel dan peralatan dipersiapkan sebagai bentuk tanggung jawab Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman,” tandas Hengki. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono

