PANDEGLANG – Kepolisian bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing sisa ledakan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, pekan lalu. Gotong royong melibatkan personel Polsek Panimbang dan Satuan Polairud Polres Pandeglang.
“Polri hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan kepedulian dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kerja bakti ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Maruli Ahiles Hutapea.
Maruli menjelaskan hasil pendataan sementara, bahwa sejumlah rumah warga rusak akibat ledakan. Salah satunya milik seorang nelayan yang meninggal dunia akibat ledakan, berinisial MA (54).
“Rumah milik Mufid (41), Saprudin (46), dan Nendi (45) masing-masing mengalami kerusakan sedang. Kerugian materil akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kondisi lingkungan aman serta membantu warga membersihkan puing-puing dan memulihkan kondisi,” jelasnya.
Kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyimpan bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan ledakan, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, apabila masih menyimpan bahan-bahan yang dapat memicu ledakan agar segera diserahkan kepada aparat Kepolisian,” tegas Maruli.
Ia mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada polisi apabila menemukan atau mengetahui ada bahan yang berpotensi menimbulkan ledakan. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan,” imbaunya.
Selama kerja bakti berlangsung, situasi di lokasi kejadian berjalan aman, lancer, dan kondusif. Kepolisian akan terus berkoordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait untuk penanganan dan pemulihan setelah ledakan terjadi. “Kita sudah koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk penanganan kejadian ini,” pungkas Maruli. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono

