PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID Stok logistik dasar bantuan kebencanaan di 16 Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang kosong.
Terjadinya kekosongan ini dikarenakan dari Kementerian Sosial dan Provinsi Banten belum mengirimkan buffer stock logistik bantuan kebencanaan ke setiap Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang.
Sebanyak 16 Lumbung Sosial itu terebar di Kecamatan Sumur, sebanyak dua Lumbung Sosial. Kemudian satu Lumsos di Kecamatan Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Cikeusik, Panimbang, Sukaresmi, Patia, Pagelaran, Labuan, Carita, Mandalawangi. Kecamatan Cimanuk, Angsana, dan penambahan satu Lumsos di Kecamatan Pulosari.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Wawan Setiawan mengatakan, jumlah Lumsos di Kabupaten Pandeglang ada 16 Lumsos.
“Sebanyak 11 Lumsos punya pusat. Satu Lumsos dari Provinsi Banten, dan empat (4) lumsos dari APBD Kabupaten Pandeglang,” katanya, Kamis, 10 September 2026.
Wawan menjelaskan, saat ini stok logistik bantuan dasar di 16 Lumsos kosong. Disebabkan belum adanya pengiriman bantuan dari pusat dan provinsi.
“Sehingga tidak ada buffer stock di semua Lumsos dari tahun 2024. Jadi masih kosong,” katanya.
Terkait pemenuhan bantuan logistik saat ini pengadaannya bersifat urgensi. Ketika terjadi bencana untuk bantuan logistik dasar dari Dinas Sosial.
“Alhamdulillah untuk buffer stock selalu kita jaga di Dinsos,” katanya.
Kepala Bidang Perlindungan Sosial pada Dinsos Kabupaten Pandeglang, Iik Ihromi terkait pengisian buffer stock ini kembali diusulkan ke Kemensos.
“Sesuai arahan Bupati Pandeglang kita mengusulkan 500 paket ke Kemensos. Berupa seluruh kelengkapan dari sandang dan pangan,” katanya.
Kalau usulan bantuan jenis beras mengusulkan 5 ton beras dan juga makanan siap saji. Sedangkan kelengkapan berupa kasur lipat, tenda gulung dan lainnya.
“Kaitan pengisian Lumsos ini kia koordinasi dengan Kemensos. Karena untuk di BPBD Provinsi juga kosong karena memang dari Kemensos belum mengirimkan,” katanya.
Bupati Dewi Setiani mengatakan, agar seluruh persiapan menghadapi kemungkinan dampak erupsi GAK dilakukan secara matang.
“Kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut sumber daya manusia (SDM), tetapi juga sarana dan prasarana serta ketersediaan logistik. Ada berapa pos yang disiapkan, bagaimana nanti tenaga medisnya, pengevakuasian jika terjadi bencana, hingga nanti jalur lalu lintas agar tidak terhambat,” katanya.
Bupati Dewi menegaskan, kepada eluruh unsur terkait harus memiliki kesiapan yang jelas, termasuk skenario penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap masyarakat.
Kepada seluruh OPD terkait untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan para relawan serta masyarakat.
“Upaya mitigasi bencana membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Jika semua ikut bergerak, kami yakin kesiapsiagaan bisa terbangun. Karena bencana itu tidak dapat diprediksi, dengan kesiapsiagaan ini dapat meminimalisir berbagai macam risiko yang terjadi,” katanya.
Perhatian Bupati Dewi juga meminta, kepada OPD terkait agar memperhatikan ketersediaan logistik.
“Alhamdulillah, kemarin pada kegiatan di Sekolah Rakyat kami minta dukungan logistik Kemensos untuk lumbung pangan. Ketersediaan logistik merupakan salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan, terutama apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan dan evakuasi masyarakat,” katanya.
Editor: Abdul Rozak

