SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Banten International Stadium (BIS) berpeluang dikembangkan menjadi kawasan olahraga dan hiburan terintegrasi. Konsep tersebut disiapkan PT Sasmaya Media Integrasi setelah melihat potensi BIS yang kini dimanfaatkan Dewa United sebagai kandang di kompetisi Liga 1 Indonesia.
Investor menilai BIS memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai tempat pertandingan sepak bola. Aktivitas olahraga dapat dipadukan dengan hiburan untuk menciptakan kawasan yang lebih hidup sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.
Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengatakan, pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari rencana perusahaan untuk mengoptimalkan potensi BIS dan sports center Banten.
“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” kata Faruq.
Keberadaan Dewa United sebagai klub Liga 1 yang menggunakan BIS sebagai kandang dinilai turut memperkuat fungsi stadion sebagai pusat aktivitas olahraga profesional. Hal itu sekaligus membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan stadion.
Faruq mengatakan, pengembangan sports center juga memiliki keterkaitan dengan rencana Banten menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Menurutnya, kawasan olahraga yang representatif dapat mendukung kesiapan Banten apabila mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah.
“Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” ujarnya.
Dari sisi investasi, pengembangan BIS diperkirakan membutuhkan dana lebih dari Rp850 miliar. Nilai tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan kawasan apabila rencana investasi dapat direalisasikan.
Sekretaris Daerah Banten Deden Apriandhi mengatakan, optimalisasi aset melalui investasi diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menggerakkan perekonomian, keberadaan investor juga diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” kata Deden.
Pengembangan BIS sebagai kawasan sport dan hiburan dapat menjadi langkah untuk meningkatkan pemanfaatan aset daerah. Dengan adanya aktivitas sepak bola profesional dan peluang investasi baru, BIS berpotensi menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga sekaligus hiburan di Banten.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi

