PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Kabupaten Pandeglang membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan pendakian. Pembekalan itu melalui kegiatan Road to Lintas Alam bertajuk “Tajam Berpikir, Tangguh Melangkah Menuju Juara Rimba” yang berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026.
Jumlah peserta mengikuti pembekalan sebanyak 38 orang dari Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini, tidak hanya menjadi ajang menyiapkan peserta dalam mengikuti kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk meningkatkan kesiapan dan keselamatan pendaki muda.
Ketua AOPGI Pandeglang, Firman Aulia, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman sekaligus edukasi kepada peserta melalui berbagai aktivitas alam terbuka.
“Yang mana isi acaranya lebih banyak edukasi serta pembekalan kompetisi,” katanya, Sabtu, 12 September 2026.
Meliputi lintas alam, kebut gunung, dan panjat pohon. Serta, kemampuan fisik.
“Kemampuan fisik ini penting bagi para pendako karena agar tangguh dalam menghadapi kondisi alam terbuka,” katanya.
Wakil Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pandeglang, Akhmad Syafaat, mengatakan bahwa kegiatan alam terbuka dapat menjadi media edukasi untuk membangun kecintaan dan kepekaan generasi muda pada lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan mengajak peserta berpikir di alam semesta yang penuh kebebasan dan kerekreasian. Membangun kecintaan dan kepekaan atas kondisi yang ada,” katanya.
Edukasi sejak dini penting karena peserta merupakan kalangan pelajar. Jadi, harus mendapatkan bekal pengetahuan sejak dini.
“Dengan pengetahuan yang memadai diharapkan membuat mereka lebih siap dan bertanggung jawab ketika melakukan aktivitas alam bebas,” katanya.
Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Kabupaten Pandeglang, Abdul Azis, mengatakan bahwa pembekalan menjadi hal penting karena pendakian gunung merupakan aktivitas ekstrem yang memiliki risiko keselamatan.
“Pembekalan sangat perlu karena pendakian gunung merupakan kegiatan ekstrem dan berbahaya,”
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menyatakan pembekalan bagi pendaki muda perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Masih banyak pendaki muda yang melakukan pendakian tanpa pengetahuan yang cukup. Karena itu, pelatihan dan pembinaan perlu terus ditingkatkan sebagai upaya menciptakan zero accident dalam aktivitas pendakian,” katanya.
Pembekalan harus terus ditingkatkan. selain untuk keselamatan, ini juga berkaitan dengan potensi peningkatan pendapatan dari sektor wisata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan wisata alam akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan dan pengelola wisata pendakian.
“Sekaligus memperkuat promosi potensi pariwisata Pandeglang,” katanya.
Editor: Agus Priwandono

