SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tradisi panjang mulud kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
Ratusan pelajar SD hingga SMP ikut meramaikan pawai dan kreasi panjang mulud dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Jumat 18 September 2026
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya mengenalkan tradisi lokal kepada para pelajar.
Pawai peserta tingkat SD dimulai dari Kantor RRI Banten, sedangkan peserta tingkat SMP berangkat dari Sekretariat TTKKDH.
Seluruh peserta kemudian bergerak bersama menuju Kantor Dindikbud Kota Serang sebagai lokasi akhir kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar juga menampilkan kreasi panjang mulud hasil kolaborasi antargugus sekolah. Sebanyak 40 gugus sekolah SD dan SMP se-Kota Serang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Setiap dua gugus sekolah digabungkan untuk membuat satu kreasi panjang mulud. Kreasi tersebut kemudian dibawa dalam pawai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya membangun karakter siswa melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, dapat menjadi nilai yang ditanamkan kepada peserta didik. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan visi Kota Serang Cerdas.
“Merefleksikan cinta kepada Nabi Muhammad memiliki banyak ragam. Mudah-mudahan melalui acara ini wujud Kota Serang Cerdas bisa segera diimplementasikan, dan Bapak Wali Kota bisa mengambil hikmah dalam visi besar beliau di Kota Serang,” ujar Nuri.
Nuri juga menilai tradisi ngeropok atau panjang mulud perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kota Serang.
Ia mengatakan pendidikan kepada siswa tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Pemahaman terhadap budaya lokal juga perlu diberikan agar siswa memiliki kecerdasan kultural dan memahami nilai yang terkandung dalam tradisi masyarakat.
“Untuk siswa di Kota Serang, pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan mengamalkan dan ikut serta melestarikan kebudayaan daerah,” katanya.
Menurut Nuri, tradisi ngeropok juga memiliki nilai sosial yang dapat dikenalkan kepada siswa, terutama melalui aktivitas berbagi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Tradisi ngeropok ini sarat dengan nilai berbagi dan silaturahmi di antara sesama manusia,” tambahnya.
Selain kegiatan Maulid dan pelestarian budaya, Dindikbud Kota Serang juga memprogramkan pengajian rutin setiap bulan bagi guru dan kepala sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan pendidikan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan tausiah dari KH Ahmad Rofiuddin bin Abuya Mufassir.
Melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan tersebut, Dindikbud berharap pembinaan siswa dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai sosial dan budaya daerah.
Reporter: Nahrul Muhilmi












