SERANG – Nayla (11 bulan), balita yang meninggal di pelukan ibunya saat kecelakaan lalu lintas di depan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sabtu (14/10) lalu, dimakamkan satu liang lahat dengan ibunya yang juga menjadi korban kecelakaan tersebut.
Gina, tetangga korban di Perumahan Banjar Agung Indah Blok F34 No 4 RT 3 RW 9, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang menjelaskan, Nayla masih usia menyusui menjadi alasan keluarga dan kerabat untuk menguburkan bayi mungil tersebut satu liang lahat bersama ibunya, Oni.
“Dikuburnya di sana, di Benggala, di rumah mertuanya,” ujar Gina, Senin (16/10).
Gina yang mengaku dekat dengan korban mengaku sempat bercakap-cakap dengan korban sebelum kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan roda dua, bus, dan truk tronton tersebut terjadi.
Dijelaskan Gina, Oni saat itu seperti sedang mengkhayal Nayla pergi ke tempat yang jauh, dan hanya berdua. Pernyataan Oni tersebut dianggap sebuah firasat oleh Gina.
“Sambil angkat-angkat bayinya gitu, kita nanti pergi jauh yah, berdua aja, yang lain enggak ikut,” tutur Gina menirukan Oni.
Kepada Gina, Oni mengaku akan mengajak Nayla main mandi bola yang biasa ada di area Stadion Maulana Yusuf Ciceri. Setelah Jumadi, ojek langganan yang biasa antar jemput anak Oni yang lainnya tiba, perempuan asal Kadugedong, Pandeglang tersebut langsung berangkat. Tidak berdua dengan Nayla, tapi dengan dua orang anaknya yang lain.
“Enggak lama, kita dengar kabar ada kecelakaan di depan Untirta, lihat videonya ternyata benar,” ujar Gina.
Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan Radar Banten Online, Nayla tewas seketika dalam pelukan sang Ibu bernama Oni yang juga tewas setelah terlindas truk tronton. Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Jakarta Kilometer 4, Pakupatan, Kota Serang, tepatnya di depan kampus Unuversitas Sultan Ageng Tirtaysa, Sabtu (14/10). (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









