• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Dinkes Diminta Cabut KLB Difteri

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 13 Januari 2018 10:06
in Berita Utama, Umum
Dinkes Diminta Cabut KLB Difteri

Ilustrasi (Dok.Jawapos)

JAKARTA – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, kasus difteri sudah mulai turun. Memasuki 2018, Kemenkes belum menerima laporan adanya kasus difteri baru. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes M Subuh mengatakan, jika dalam jangka waktu empat minggu tidak ada laporan kasus difteri baru, Dinkes kabupaten kota harus mencabut status kejadian luar biasa (KLB) mereka.

“Sekarang ini kan baru masuk minggu kedua. Kita tunggu sampai akhir Januari di minggu keempat. Yang tidak ada laporan kasus lagi, wajib cabut status,” kata Subuh saat ditemui di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jumat (12/1).

RelatedPosts

Operasi Patuh Maung 2026

DPRD Kabupaten Serang Dapat Aduan Soal Desil Tak Sesuai

Minggu, 8 November 2026 23:20
Sam’udi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon

Sam’udi Siap Maju sebagai Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usung Pengelolaan Zakat Profesional

Minggu, 8 November 2026 23:14
Petugas Damkar Padamkan Kebakaran Kandang Ayam Boiler

Kandang Ayam Kebakaran, BPBDPK Pandeglang Terjunkan 7 Personel Damkar

Minggu, 8 November 2026 23:09
Polsek Mauk Polresta Tangerang

Polsek Mauk Selesaikan Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Kendaraan Kembali ke Pemilik

Minggu, 8 November 2026 23:01

Dia menambahkan, kendati status KLB nantinya sudah dicabut, program Outbreak Response Immunisation (ORI) harus tetap dijalankan sampai tuntas. Di Januari ini, Kemenkes akan menambah cakupan ORI di delapan provinsi baru. Antara lain Jawa Timur, Aceh, Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

“Totalnya ada di 73 kabupaten kota. Khusus Jawa Timur, seluruh kabupaten kota akan melakukan ORI,” terang dia.

Nila mengatakan, pada Januari ini, Kemenkes menargetkan capaian imunisasi bisa 90 persen. Menurutnya, saat ini, capaiannya hampir 65,12 persen. “Harapannya bisa 90 persen. Kalau sebagian besar sudah diimunisasi, diharapkan pertahanan dari masyarakat kita sudah kuat,” tutur Nila.

Terkait vaksin difteri, Direktur Utama Bio Farma Juliman memastikan bahwa ketersediaan vaksin difteri masih aman. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang sedang dilanda KLB difteri, Bio Farma menyetop sementara ekspor vaksin difteri. “Semua yang sudah kita rencanakan untuk ekspor, distop dulu. Yang penting bereskan dulu KLB di sini,” tuturnya.

Bio Farma juga meningkatkan poduksi vaksin difteri mereka. Dari yang 15 juta vial menjadi 19,5 juta vial dalam setahun dengan menambah hari kerja dari lima menjadi tujuh hari kerja. Dengan jumlah itu, Juliman mengatakan, Indonesia tidak akan kekurangan vaksin difteri.

“Jika nantinya pemerintah mengurangi serapan vaksin difteri, kita bisa ekspor sisanya,” ucap Juliman.

Terkait dengan ketersediaan anti difteri serum (ADS), Juliman memastikan bahwa ADS untuk para pasien difteri tersedia. Saat ini, ADS yang tersedia memang masih harus impor dari India. Sehingga, harganya cukup tinggi. Di kisaran Rp2 juta per dosisnya.

“Di Bio Farma ada. Di Kemenkes juga, yang ada di Kemenkes dipakai oleh daerah-daerah yang memerlukan,” tutur Juliman.

Dia menambahkan, saat ini, Bio Farma sedang mengembangkan sendiri ADS. Rencananya, akhir tahun ini atau awal tahun depan, ADS sudah bisa diproduksi sendiri oleh Bio Farma. Juliman menuturkan, memproduksi sendiri ADS akan membuat harga obat tersebut jadi jauh lebih terjangkau. Bisa seperempat atau seperlima harga ADS sekarang.

“Kalau yang sekarang kisaran Rp2 juta, punya kita nanti di bawah Rp500 ribu,” terang Juliman.

Bukan hanya lebih murah, memproduksi ADS sendiri juga membuat Indonesia tidak ketergantungan terhadap negara lain. Karena, ternyata belum tentu negara lain juga memiliki stok ADS yang bisa digunakan oleh Indonesia. “Difteri itu kan bukan hanya di Indonesia. India, Yaman, Bangladesh. Semua butuh. Barangnya sama. Belum tentu tersedia untuk semua,” jelas Juliman. (JPG/RBG)

Tags: Difteri
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tidur yang Cukup Bisa Kurangi Konsumsi Gula dan Karbohidrat?

Next Post

2018, Pemprov Banten Bangun Pasar Induk

Next Post
Nih Tujuh Kelurahan Rentan Krisis Pangan di Kota Serang

2018, Pemprov Banten Bangun Pasar Induk

Prakiraan Cuaca Banten Minggu 8 November 2026, Lebak dan Kabupaten Serang Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca Banten Minggu 8 November 2026, Lebak dan Kabupaten Serang Berpotensi Hujan

Minggu, 8 November 2026 08:35
open bidding eselkn II di lingkungan pemkab lebak

Open Bidding 12 Jabatan Eselon II Kabupaten Lebak Tunggu Jadwal dari BKN

Sabtu, 7 November 2026 08:34
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Operasi Patuh Maung 2026

DPRD Kabupaten Serang Dapat Aduan Soal Desil Tak Sesuai

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 8 November 2026 23:20
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Bahrul Ulum, telah melaksanakan reses di sejumlah titik Daerah...

Sam’udi Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon

Sam’udi Siap Maju sebagai Calon Pimpinan BAZNAS Cilegon, Usung Pengelolaan Zakat Profesional

by Adam Fadillah
Minggu, 8 November 2026 23:14
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sam’udi menyatakan kesiapannya mengikuti seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon periode 2027-2032. Berbekal...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.