WARGA Kampung Nambo, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, dibuat geger, Jumat (27/7). Sosok mayat lelaki ditemukan tergantung di dahan sebuah pohon setinggi tiga meter.
Korban ditemukan kali pertama oleh Jinan (60). Warga Desa Kaserangan itu mencium bau menyengat saat melintasi lokasi kejadian. Saat ditelusuri, bau busuk itu bersumber dari sebuah pohon. Pandangan Jinan berhenti pada sosok lelaki bercelana panjang dan berkaos singlet menggantung di atas pohon. Lehernya terjerat kain sarung dengan kondisi telah membusuk.
Dalam keadaan panik, Jinan buru-buru melaporkan penemuannya itu kepada warga lain. Informasi itu terus menyebar sampai ke telinga polisi. Petugas Polsek Ciruas mendatangi lokasi dan membawa mayat korban ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang.
“Informasi dari warga, (korban) bernama Juhdi. Tetapi, kami harus memastikan dengan menunggu hasil pemeriksaan dokter,” kata Kanitreskrim Polsek Ciruas Inspektur Polisi Dua (Ipda) Junaedi.
Kecurigaan korban bernama Juhdi cukup beralasan. Warga Kampung/Desa Kiara, Kecamatan Walantaka, Kota Serang itu telah menghilang hampir satu pekan. Juhdi terakhir terlihat berada di rumah pada Kamis (19/7) sore.
Rekan Juhdi bernama Dadi Ubaidi (35), mengatakan, Juhdi pernah menitipkan pesan kepada dirinya agar memakamkan dirinya di Kampung Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas. Juhdi juga meminta Dadi menjaga anak kandungnya. “Pesan lewat SMS (short message service-red) ke ponakan,” kata Dadi. (Merwanda/RBG)

