slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Liga Dengan Atraksinya

Aas Arbi by Aas Arbi
10-12-2018 15:56:04
in Catatan Dahlan Iskan
Liga Dengan Atraksinya

Ilustrasi: persebaya.id/disway.id

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Hilanglah Medan.
Muncul Sleman.
Hilanglah Palembang.
Muncul lagi Padang.

Baca Juga :

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Itulah hasil kompetisi sepakbola kasta tertinggi kita. Liga 1. Selama setahun. Yang berakhir tadi malam.

Tentu sayang sekali. PSMS Medan harus harus turun kasta. Sebenarnya saya berdoa agar Medan bertahan. Tapi kalah 1-5 atas PSM Makassar. Kemarin sore. Tidak ada gunanya Persebaya kalah 0-4 di Medan. Minggu lalu.

Sayang juga. Palembang turun tahta. Begitu baik prestasi Sriwijaya FC di awal musim. Tapi begitu buruk di paro kedua. Penyebabnya jelas: Pilkada. Pendukung dana utama Sriwijaya FC gagal terpilih sebagai gubernur Sumsel.

Pemain-pemain terbaiknya dijual. Salah satu pembeli utamanya Arema, Malang. Aremalah yang mengalahkan Sriwijaya FC. Kemarin sore. Dengan skor 1-2. Menyebabkan Palembang turun tahta.

Saya mencatat begitu banyak kemajuan di sepakbola kita. Kompetisi Liga 1 tahun ini relatif lancar. Jumlah penonton meningkat drastis. Setidaknya di klub-klub favorit. Persebaya, Bandung, Makassar, Semarang. Bahkan Persija. Lihatlah pertandingan tadi malam. Gelora Bung Karno penuh: 90.000 orang. Memang tadi malam menentukan. Tapi pertandingan sebelumnya juga begitu.

Jumlah penonton terbanyak memang masih dipegang Bonek. Total 500.000 orang. Nyaris. Tapi bisa saja peta berubah musim depan. Yang konon baru dimulai lagi April.

Saya tidak perlu mengulangi. Kompetisi musim ini memang seru. Sampai menjelang pertandingan terakhir pun belum diketahui siapa juaranya. Persaingan di papan atas begitu sengitnya: antara Persija dan PSM. Persaingan di papan bawah begitu menegangkan: siapa tiga klub yang harus turun tahta.

Persib sebenarnya kandidat juara. Sebelum ada kasus kematian supporter Persija. Di Bandung. Yang menyebabkan Persib terkena sanksi berat. Tidak boleh bermain di kandang. Sampai akhir musim. Itulah yang justru membuahkan Persija juara. Dengan pengorbanan salah seorang supporternya.

Musim ini sanksi diberikan dengan sangat tegas. Dan berat. Persebaya, misalnya, begitu sering didenda. Akibat Bonek melakukan pelanggaran. Misalnya menyalakan flair. Atau meneriakkan kata-kata yang dilarang.

Pernah Bonek mencoba ini: memasang spanduk besar dengan tulisan huruf Jawa. Maksudnya agar petugas dari Jakarta tidak bisa membaca isinya: pelungker-pelungker. Eh, kena denda juga. Rupanya ada yang bisa membaca huruf Jawa. Kabarnya Persebaya terkena denda Rp 1,2 miliar. Selama satu musim ini. Persib mungkin lebih besar lagi.

Yang juga harus dipuji adalah Indosiar. Yang mau menyiarkan langsung. Sampai mengorbankan acara populernya: dangdut Academy. Peran siaran langsung itu besar: dalam mengontrol kejujuran wasit. Saya tidak berani memastikan urusan sogok-menyogok sudah tidak ada. Tapi saya bisa memastikan pasti turun drastis. Dengan siaran langsung itu seluruh masyarakat bisa ikut menilai. Indosiar telah ikut mengatasi problem mendasar sepakbola kita.

Sikap wasit kita juga banyak majunya. Sudah lebih banyak senyum. Menghadapi protes pemain. Seberingas apa pun. Mengacungkan kartu kuning pun sudah sambil senyum. Sudah mirip wasit di liga Eropa.
Dulu, wasit sepakbola kita galak. Wajahnya seperti pemarah. Kalau memberi kartu kuning sikapnya seperti menghukum. Akibatnya: menambah ketegangan permainan.

Akhirnya agak sulit menyalahkan Medan. Yang harus kembali turun tahta ke Liga 2. Waktu naik tahta tahun lalu waktunya mepet. Ibaratnya: minggu ini keputusan naik tahta, dua minggu lagi laga Liga 1 dimulai. Tidak sempat cari pemain. Tidak cukup waktu cari uang.

Itu pula problem Persebaya. Yang baru naik tahta bersamaan dengan Medan. Sulit cari pemain baru. Pemain baik sudah terikat kontrak semua. Karena itu Azrul Ananda, presidennya, tidak manargetkan juara. HANYA cukup papan tengah. Hasilnya, ternyata papan atas. Ranking lima. Meski sempat hampir terdegradasi juga.

Selamat datang Sleman. Anda tidak akan senasib Persebaya, PSIS atau PSMS. Anda punya waktu cukup untuk cari pemain berkualitas. Empat bulan lagi kompetisi baru dimulai. Demikian juga dua pendatang baru: Kalteng Putra dan Semen Padang.

Yang juga kemajuan: siaran langsung tidak mengurangi jumlah penonton di stadion. Saya masih ingat dulu: sedih sekali. Kalau pertandingan Persebaya disiarkan TV secara langsung. Sedikit sekali yang mau datang ke stadion.

Stadion kini sudah berubah menjadi teater. Begitu banyak lagu supporter. Begitu banyak spanduk. Dengan bunyi menghibur. Begitu banyak bendera. Raksasa ukurannya. Atraktif kibarannya.

Di kalangan Bonek muncul pula atraksi-atraksi tiga dimensi. Banyak juga lagu-lagu yang cara menyanyikannya sahut-sahutan. Antara tribun selatan, utara, timur dan barat.

Saya begitu suka lagu “rek aku teko rek” itu. Di samping lagu “song for pride”.

Dalam pertandingan penutupan dua hari lalu bahkan ada hujan salju. Di stadion Bung Tomo Surabaya. Menjelang babak dua dimulai. Di tribun selatan. Saya telat memvideokannya. Benar-benar seperti salju sedang turun. Rupanya seluruh penonton melemparkan tisu panjang. Dari atas. Dalam jumlah masif. Bersamaan.

Stadion sudah seperti Fift Evenue di New York. Atau Time Square. Orang pengin nonton orang. Bukan hanya ingin nonton sepakbola.

Itu yang tidak bisa dinikmati dalam siaran langsung di televisi.

Saya begitu gembira. Sepakbola sudah lebih banyak ditonton. Sudah lebih banyak untuk mengekspresikan eksistensi. Semoga bukan sekedar karena sudah bosan politik. Atau karena lagi sumpek ekonomi.(Dahlan Iskan)

 

Tags: Catatan Dahlan IskanDisway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ada Diskon hingga 70 Persen dari Ace Hardware

Next Post

Terbawa Gaya Hidup Kota, Istri Kena Imbasnya

Related Posts

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Berita Utama

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

by Bayu Mulyana
Kamis, 4 Juni 2026 20:12

SURABAYA – Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Next Post

Terbawa Gaya Hidup Kota, Istri Kena Imbasnya

Lima Cara Menghindari Kantuk Selain dengan Minum Kopi

Lima Cara Menghindari Kantuk Selain dengan Minum Kopi

Kajati Klaim Korupsi di Banten Menurun

Kajati Klaim Korupsi di Banten Menurun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

TPA Jatiwaringin

Pemkab Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Warga Terdampak Dioptimalkan

Minggu, 5 Juli 2026 16:53
MTQ Imam Provinsi Banten

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:34
Cave Verde Piala Dunia 2026

Cape Verde, Negara Berpenduduk Sekitar 500 Ribu Jiwa yang Hampir Bikin Argentina Tersingkir di Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:23
Serang Walk for Peace

Serang Walk for Peace Gaungkan Toleransi

Minggu, 5 Juli 2026 16:17
Polsek Pamaran

Polsek Pamarayan Gelar Bhakti Kesehatan Dalam Rangka Memeriahkan Hari Bhayangkara ke – 80

Minggu, 5 Juli 2026 15:38
Kapolda Banten Cup Esport 2026

Polresta Serang Kota Juara Kapolda Banten Cup Esport 2026, Wakili Banten di Kapolri Cup

Minggu, 5 Juli 2026 15:20
TPA Jatiwaringin

Pemkab Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Warga Terdampak Dioptimalkan

Minggu, 5 Juli 2026 16:53
MTQ Imam Provinsi Banten

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:34
Cave Verde Piala Dunia 2026

Cape Verde, Negara Berpenduduk Sekitar 500 Ribu Jiwa yang Hampir Bikin Argentina Tersingkir di Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 16:23
Serang Walk for Peace

Serang Walk for Peace Gaungkan Toleransi

Minggu, 5 Juli 2026 16:17
Polsek Pamaran

Polsek Pamarayan Gelar Bhakti Kesehatan Dalam Rangka Memeriahkan Hari Bhayangkara ke – 80

Minggu, 5 Juli 2026 15:38
Kapolda Banten Cup Esport 2026

Polresta Serang Kota Juara Kapolda Banten Cup Esport 2026, Wakili Banten di Kapolri Cup

Minggu, 5 Juli 2026 15:20

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

TPA Jatiwaringin

Pemkab Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Warga Terdampak Dioptimalkan

by Mulyadi
Minggu, 5 Juli 2026 16:53

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh menangani kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir...

MTQ Imam Provinsi Banten

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

by Fahmi
Minggu, 5 Juli 2026 16:34

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol M. Sabilul Alif , menghadiri...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak