SERANG – Partai Gerindra Banten bakal merombak total struktur di tingkat kabupaten kota. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pergantian seluruh ketua dewan pimpinan cabang (DPC) se-Banten.
Kepengurusan pada anak cabang (PAC) juga tidak luput dari perombakan. Disinyalir, perombakan sebagai bentuk pembaharuan struktur partai yang berhasil keluar sebagai pemenang Pemilu 2019 di Banten.
Kemenangan yang berhasil mengantarkan partai besutan Prabowo Subianto itu menduduki kursi ketua DPRD di tingkat Provinsi Banten, ketua DPRD Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Lebak. Kemudian, wakil ketua Dewan di lima daerah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Cilegon, dan Kabupaten Serang.
Rencana perombakan pengurus itu lebih dahulu disampaikan Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa saat membuka pelatihan capacity building pada calon legislatif terpilih Gerindra di tingkat provinsi dan kabupaten kota di Graha Mahesa, Kota Serang, Senin (5/8). Pernyataan tersebut pun kembali ditegaskan mantan aktivis 1998 itu saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, ada beberapa sebab perombakan pengurus di tingkat DPD dan PAC harus dilakukan Gerindra. “Banyak PAC yang cukup lama dan perlu dinaikkan ke DPD. Ini perlu restrukturisasi, pembaharuan,” kata Desmond.
Alasan lain, lanjut Desmond, banyak keterlibatan tokoh masyarakat dan ulama Banten yang ikut mendukung Prabowo pada Pilpres 2019. Keterlibatan para tokoh tersebut tidak menutup kemungkinan berlanjut dalam struktur partai berlambang kepala garuda itu. “Kita lagi serap apa mereka (tokoh masyarakat dan ulama-red) mau masuk sebagai penasihat partai, apa itu di tingkat PAC atau DPC,” ujarnya
Anggota DPR RI yang kembali terpilih di Pileg 2019 itu membenarkan akan mengganti seluruh ketua DPC se-Banten. “Oh, iya pasti. Sunatullah saja itu,” kata Desmond sembari menganggukkan kepalanya.
Pergantian karena banyak ketua DPC atau PAC yang terpilih sebagai legislator sehingga bisa masuk ke kepengurusan provinsi. Lalu, perlu juga pendelegasian anggota partai di provinsi turun ke DPC untuk memperkuat struktur partai. “Semua bisa kita lakukan,” cetus Desmond.
Namun, Desmond mengelak perombakan tersebut karena terkait kinerja di Pilpres 2019. “Enggak (karena pilpres-red), ini bicara tentang beban yang kita tanggung hari ini terlalu berat. Bertahan menang di Banten ini sangat berat, kami harus waspada. Waspada itu salah satunya harus kita evaluasi,” katanya.
Menurutnya, Pemilu 2019 tidak bisa menjadi acuan pada Pemilu 2024 nanti. Kata Desmond, pilihannya bisa beda. Pada Pemilu 2019 orang memilih Prabowo banyak harapan, pada 2024 pilihannya bisa berbeda. “Kekuatan partai sebagai mesin politik itu harus paham apa yang dikejakannya sehingga losses-nya (kerugian-red) tidak terlalu tajam,” ujarnya.
Ia mengatakan, tidak ingin Gerindra hanya menjadi partai miliknya seorang. Akan tetapi, Gerindra harus menjadi partai seluruh masyarakat. “Karena itu, kita perlu menyerap aspirasi masyarakat terutama tokoh dan ulama yang secara emosional ikut mendukung Partai Gerindra,” kata Desmond.
Pada kesempatan sama, Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni mengatakan, restrukturisasi hal biasa sebagai penyegaran partai. Apalagi setelah selesai pemilu, pengurus yang lama perlu tugas baru, dan yang belum diberi tugas diberi kesempatan berperan. “Jadi, kehidupan berpartai ini terus dinamis,” katanya.
Penyegaran pengurus partai pasca pemilu, ucap Andra, bukan hanya di tubuh Gerindra. Banyak partai lain yang lebih dahulu melakukannya. “Bedanya sekarang jadi perhatian karena kita pemenang pemilu,” kata calon kandidat ketua DPRD Banten itu.
Kata Andra, restrukturisasi bukan karena ada anggapan gagal atau karena kurang. Akan tetapi lebih pada kebutuhan penyegaran dan regenerasi. “Jangan sampai itu lagi itu lagi. Kita perlu pembinaan dan enggak ada kaitan pilpres, tapi umum saja setelah pemilu,” ujarnya. (ken/air/ira)










