TANGERANG – Budi daya ikan lele menjadi salah satu potensi unggulan milik Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti. Pengelolaan usaha perikanan yang mendatangkan hasil ini pernah menyabet juara III tingkat nasional. Di level Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang, budi daya lele di Desa Pasirmuncang menjadi pertama.
Desa Pasirmuncang lahir dari hasil pemekaran Desa Sumurbandung, Kecamatan Jayanti, pada 1995. Desa ini terus berbenah melalui beberapa program unggulan lainnya, agar masyarakatnya sejahtera.
Dengan luas wilayah 240 hektare dan berpenduduk 12.000 jiwa, Desa Pasirmuncang berbatasan dengan Desa Gembong di sebelah Timur. Di sebelah Barat, desa ini berbatasan dengan Desa Jayanti. Kemudian, berbatasan dengan Desa Carenang di sebelah Selatan dan berbatasan dengan jalan nasional di sebelah Utara. Jalan nasional ini akses utama masyarakat Desa Pasirmuncang.
Kepala Desa Pasirmuncang Suwandi tidak menampik jika budi daya lele di desanya menjadi potensi unggulan Pemerintah Desa Pasirmuncang. Budi daya ikan lele ini terus dikembangkan oleh masyarakat. Sehingga diharapkan, bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Peran Pemerintah Desa Pasirmuncang, terus menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan tentang pembesaran ikan lele kepada pembudi daya.

”Kita terus memberikan bimbingan kepada masyarakat agar budi daya lele ini terus berkembang. Kita juga mengadakan penyuluhan, bagaimana cara pembesaran, pemberian pakan, dan bagaimana menyalurkan (ikan lelel-red) ke konsumen-konsumen atau pasar,” tutur Suwandi.
Sektor pertanian juga menjadi potensi unggulan. Menurut Suwandi, mengingat lahan persawahan di desanya cukup luas. Desa Pasirmuncang menjadi salah satu desa penyuplai beras di Kabupaten Tangerang. Sektor ini mampu menjadikan masyarakat Desa Pasirmuncang mandiri.
”Hampir separuh penduduknya (Desa Pasirmuncang-red) bekerja sebagai petani,” kata Suwandi. Ia pun berharap, potensi-potensi unggulan di Desa Pasirmuncang itu bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Suwandi menambahkan, saat ini, pembangunan infrastruktur di desanya hampir mencapai 95 persen. Kendati demikian, tahun ini, Pemerintah Desa Pasirmuncang akan memfokuskan program pemberdayaan masyarakat melalui mengembangkan BUMDes dan potensi-potensi desa yang ada, agar bisa dikelola oleh masyarakat. ”Tahun ini, BUMDes kita ingin memiliki usaha air minum kemasan sendiri. Nantinya, air minum kemasan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Suwandi. (pem/rb/sub)








