LEBAK – Terminal Malingping di Simpang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, kondisinya cukup memprihatinkan. Bangunan terminal rusak parah sehingga sudah tidak layak digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dari angkutan umum.
Pantauan Radar Banten di lapangan, kondisi bangunan terminal sudah tidak layak digunakan. Bahkan, ilalang tumbuh di sekitar terminal. Sementara itu, area terminal cukup kumuh dan kotor, sehingga para sopir angkutan umum malas masuk ke dalam terminal di kota Kecamatan Malingping tersebut.
Samsudin, sopir angkutan umum trayek Rangkasbitung–Malingping mengatakan, para sopir jarang yang masuk ke dalam terminal. Mereka lebih memilih ngetem di pinggir jalan raya. Karena kondisi terminal sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan para sopir serta calon penumpang. Untuk itu, tidak ada alasan bagi para sopir untuk masuk ke dalam terminal yang menjadi kebanggaan masyarakat Malingping tersebut.
“Sudah lama sopir angkutan di Malingping enggak masuk ke terminal. Mereka ngetem di jalan raya, karena terminalnya sudah tidak layak digunakan untuk menaikan dan menurunkan penumpang,” kata Samsudin kepada Radar Banten di Malingping, Jum’at (25/10).
Kondisi Terminal Malingping tidak hanya dikeluhkan para sopir. Tapi juga para penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan umum. Mereka tidak bisa berteduh saat hujan atau panas, karena harus menunggu mobil angkutan di pinggir jalan. Bahkan, para pedagang di Terminal Malingping kini banyak yang memilih meninggalkan lapaknya, karena di dalam terminal cukup sepi.
“Para pedagang juga merugi dengan kondisi terminal yang sepi seperti sekarang. Mereka memilih pindah berjualan ke pasar dan alun-alun Malingping,” jelasnya.
Sahari, warga Simpang, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping menyatakan, pemerintah daerah dinilai melakukan pembiaran terhadap Terminal Malingping. Walaupun terminal sudah tidak layak, karena rusak parah pemkab belum juga memperbaiki terminal ini. Akibatnya, kerusakan terminal makin parah dan sekarang tidak lagi digunakan.
“Mestinya pemerintah daerah tidak menunggu sampai bangunan terminal rusak parah. Kalau sudah seperti sekarang, perbaikan terminal membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Lebak Dudi membenarkan Terminal Malingping kondisinya rusak parah. Sampai sekarang belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan terminal tersebut. Karena anggaran yang dimiliki Lebak terbatas, sehingga digunakan untuk program prioritas.
“Tahun depan Terminal Malingping sepertinya belum ditangani. Mungkin akan dibangun pada 2021, karena harus melihat anggaran di APBD Lebak terlebih dahulu,” terangnya.
Terminal Malingping melayani angkutan dengan berbagai jurusan, di antaranya trayek Rangkas-Malingping – Cikotok, Sukabumi-Malingping-Cikesik dan Serang-Malingping. Terminal ini sendiri dibangun 1998 dan pernah diperbaiki satu kali pada 2003. “Usulan perbaikan sudah disampaikan, tapi karena anggaran yang terbatas maka belum ada realisasinya,” ungkapnya.(tur/air)








