LEBAK, RADARBANTEN.C.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis tentang potensi banjir pesisir alias rob di beberapa wilayah perairan, termasuk Banten.
Berdasarkan rilis yang diterima, potensi banjir rob itu disebabkan oleh adanya fase bulan baru yang dapat mengakibatkan peningkatan ketinggian pasang air laut. Potensi ini berlaku hingga 7 Mei 2022.
“Kita terima rilis dari BMKG bahwa akan adanya potensi banjir ROB di perairan Banten. Dan itu berlaku hingga 7 Mei,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama kepada Radar Banten, Minggu 5 Juni 2022.
Febby mengatakan, berdasarkan rilis yang pihaknya terima dari BMKG wilayah Banten, potensi banjir rob itu tengah diwaspadai terjadi di wilayah Pantai Utara Banten dari Pontang hingga Karangantu. Namun, untuk wilayah lainnya seperti Lebak tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan akan adanya potensi banjir rob itu.
“Banjir rob itu yang diwaspadai daerah utara. Untuk Lebak lebih ke gelombang tinggi,” kata Febby.
Berdasarkan data yang diperoleh, saat ini ketinggian gelombang di wilayah perairan Lebak Selatan sendiri saat ini mencapai 1,25 sampai 2 meter.
“Data tinggi gelombang diperbaharui harian, dari data yg kami terima, sampai tanggal 07 Juni pukul 06.00 WIB masih di 1,25 sampai 2,5 meter,” terang Febby.
Febby pun meminta kepada warga Lebak khususnya yang berada di wilayah perairan Lebak Selatan juga untuk para wisatawan dan nelayan untuk mewaspadai akan adanya gelombang tinggi itu.
Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak Mahmudin.
Ia meminta kepada warga, nelayan, dan para wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi ombak dan cuaca sebelum pergi melaut maupun bermain air di pantai Lebak Selatan.
“Kita minta wisatawan untuk tidak berenang, kalau pun mau berenang jangan ke perairan yang dalam karena akan berbahaya jika tiba-tiba ada gelombang tinggi. Juga sebelum membuat rencana berwisata ke Pantai alangkah baiknya memperhatikan kondisi cuaca terlebih dahulu,” imbaunya.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Balawista sendiri sudah mengerahkan anggota-anggotanya untuk bersiaga dan mengimbau para wisatawan untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi itu.
“Tim Balawista sudah kita stand by disetiap destinasi pantai di Kabupaten Lebak. Mereka disiagakan, karena mengingat hingga saat ini wisata pantai masih ramai dikunjungi wisatawan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana











