TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat Kota Tangerang beberapa pekan ini mengalami kekurangan air bersih.
Gangguan layanan air bersih tersebut terjadi karena kekeruhan air baku di Cisadane yang sangat tinggi.
Dirut PDAM Tirta Benteng Sumarya menjelaskan, kekeruhan air baku mencapai 25.000 NTU sedangkan pengolahan air hanya mampu mengolah air di bawah 1000 NTU.
“Kekeruhan tersebut disebabkan oleh longsor dan banjir di daerah Cisarua Bogor. Sehingga pdam menurunkan kapasitas produksinya 50 persen,” jelasnya.
Sumarya menyampaikan penghentian sementara suplai air bersih ke pelanggan dimulai sejak pukul 15.00 WIB. “Tadi sore sekitar PKL 15.00 WIB kita hentikan sementara karena tingkat kekeruhannya melebihi ambang batas,” ucapnya.
Namun sambungnya malam ini sudah mulai ada perbaikan dari yang sebelumnya produksi 50 %, saat ini sudah 60 %.
Untuk itu pihaknya meminta maaf kepada pelanggan dan berharap kondisinya kembali normal sehingga suplai air bersih ke pelanggan bisa lancar.
“Mudah-mudahan bisa cepat teratasi, kita terus maksimalkan peralatan yang kita punya agar layanan kembali normal. Kita juga akan kirim mobil tanki air untuk menyalurkan air bersih,” ujarnya.
Menurut Sumarya, saat ini pihaknya juga terus monitor kondisi air dan terus berupaya sampai kondisi air baku kembali normal.
Sebagai informasi, hujan lebat yang terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya telah menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Cisarua. Hal ini menyebabkan sungai cisadane penuh lumpur.
Tingginya kadar lumpur di Sungai Cisadane ini berdampak pada terhentinya hampir seluruh atau 50 % pelanggan PDAM di Kota Tangerang. Karena sumber air baku PDAM TB mengandalkan sungai Cisadane. (ful)











